Polisi Ungkap Motif Dibalik Kasus Anak Pukul Ayah Kandung

0
204

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang, Polda Banten, mengungkap motif dibalik kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan kematian terhadap seorang ayah oleh anaknya yang diduga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Kepala Unit (Kanit) 1 Satreskrim Polres Pandeglang, IPDA Ibnu Sina Bustaman mengatakan, bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku penganiayaan yang menyebabkan kematian di Kecamatan Pulosari.

“Kemarin, kami telah mengamankan pelaku penganiayaan yang berujung kematian di Kampung Bonghas Tonggoh, Desa Sukaratu, Kecamatan Pulosari, yang berinisial RJ (25) dengan korbannya yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri,” katanya, Kamis (30/5/2024).

Dirinya menuturkan, jika pelaku merupakan ODGJ. Untuk itu, kata Ibnu, pihaknya telah membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) guna memeriksa kondisi kejiwaannya.

“Dari hasil pemeriksaan sementara pelaku merupakan ODGJ, dan untuk perkembangan selanjutnya kami membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa di Grogol untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh ahli terkait kejiwaan pelaku. Dan keputusan ahli menjadi pertimbangan kami, apakah pelaku layak atau patut untuk dilanjutkan ketahap penyidikan,” ungkap Ibnu.

Ibnu menerangkan, jika sebelum peristiwa naas tersebut terjadi, pelaku sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli rokok. Namun ibunya yang tidak memiliki uang, sehingga tidak menuruti keinginan pelaku.

“Pelaku sendiri sebelumnya meminta uang kepada ibunya untuk membeli rokok, namun ibunya hanya memberi uang tersebut kepada pelaku. Sehingga pelaku terlebih dahulu melakukan penganiayaan kepada ibunya, hingga mengakibatkan tangan ibunya patah. Tak lama kemudian ayahnya datang dan menasehati pelaku, namun naas pelaku malah memukul kepala ayahnya beberapa kali menggunakan batu,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan dari para saksi jika pelaku sudah sering meresahkan warga sekitar.

“Keterangan dari warga, jika pelaku kerap emosi dan sering membawa senjata tajam. Sehingga, keseharian pelaku memang meresahkan masyarakat sekitar. Dan pada saat dilakukan penangkapan, pelaku itu sering berbicara ngelantur sampai kami kesulitan menggali informasi,” ucap Ibnu.

Ibnu menyebut, jika pihaknya telah berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti di Polres Pandeglang.

“Adapun barang bukti yang kita amankan adalah 1 buah batu kali, sedangkan untuk korban langsung dibawa ke RSUD Berkah Pandeglang untuk dilakukan autopsi,” imbuhnya.

Redaktur : Fauzi
Reporter : Asep