Tingkatkan Perekonomian Warga, BUMMAS Juhut Pandeglang Gelar Pelatihan Pembuatan Stik Bedug

0
98

SEJUMLAH warga di Kampung Juhut, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karang Tanjung, Kabupaten Pandeglang, berhasil menciptakan stik bedug yang memiliki nilai ekonomis tinggi melalui Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS).

Pelatihan pembuatan stik bedug di Kampung Juhut tersebut, memiliki sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan kesenian bedug yang telah berkembang sejak lama di daerah tersebut.

Ketua Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMAS) Kelurahan Juhut, Tatang Mukhtasar mengungkapkan, bahwa pihaknya fokus membina generasi muda di bidang seni budaya melalui pelatihan pembuatan stik bedug.

“Dengan mendatangkan mentor, sejumlah warga telah mengikuti pelatihan pembuatan stik bedug selama 2 hari supaya warga bisa membuatnya. Tentunya ini bisa menjadi nilai tambah atau penghasilan, untuk meningkatkan perekonomian warga kami,” katanya, Senin (15/7/2024).

Ia menambahkan, jika pembinaan yang dilakukan BUMMAS bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Selama ini kita kekurangan stok stik bedug. Ada 100 sekolah yang dapat bantuan bedug dari kementerian, dan stik bedug ini kebutuhan variabel karena banyak yang patah. Jadi, setiap bulan ada permintaan pembelian. Untuk itu, kita melakukan pembinaan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutur Tatang.

Sementara, Sekretaris BUMMAS Kelurahan Juhut, Endang, menjelaskan bahwa stik bedug yang diproduksi warga menggunakan kayu mahoni.

“Kayu mahoni itu kuat untuk dipukul dalam kesenian bedug, dan kita menggunakan ukuran panjangnya itu sekitar 40 Centimeter,” katanya.

Endang menyebut, bahwa pihaknya telah menerima pesanan sebanyak 100 stik bedug. Satu paket stik bedug berisi 24 stik, terdiri dari 12 pasang.

“Target produksi kita terus berlanjut, dan pemasarannya ke sanggar-sanggar dan sekolah-sekolah. Karena sekolah maupun komunitas atau sanggar bedug, pasti memerlukan stik,” jelasnya.

Dirinya menerangkan, berdasarkan data yang diperoleh bahwa di Provinsi Banten terdapat 150 sekolah yang sudah memiliki bedug. Untuk itu, kata Endang, produksi stik bedug dari BUMMAS Kelurahan Juhut diharapkan bisa disalurkan ke sekolah-sekolah tersebut.

“Kita mengalami sedikit kesulitan dalam pembuatan stik bedug, karena mesin yang digunakan memiliki PK kecil. Dan kedepannya, kita berencana membuat stik drum dengan menggunakan kayu dari pohon dukuh,” ucapnya.

Endang mengatakan, bahwa BUMMAS Kelurahan Juhut berencana untuk memproduksi cangkir dari kopi, memanfaatkan potensi agrowisata kopi di wilayah tersebut.

“Di Gunung Karang, banyak pohon kopi yang ratusan tahun usianya serta sudah tidak produktif lagi untuk menghasilkan buah kopi. Ini bisa menjadi histori menarik, jika dijadikan cangkir dengan nilai historis yang tinggi,” ujarnya.

Redaktur : Fauzi
Reporter : Asep