Mahasiswa Kelompok 32 KKN Tematik Bela Negara SDGs UPN “Veteran” Jawa Timur secara resmi memulai program kerja pertama mereka yang bertajuk “Digitalisasi UMKM” di Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, pada Senin, 7 Juli 2025. Program ini menjadi salah satu unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran pelaku UMKM akan pentingnya legalitas dan identitas usaha dalam menunjang kredibilitas serta daya saing di era digital.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan pendampingan langsung dalam proses pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui platform OSS.go.id, membantu menentukan lokasi usaha agar terdaftar di Google Maps, membuat QRIS guna memudahkan transaksi non-tunai, serta menjembatani pelaku UMKM dengan pihak Pendamping Proses Produk Halal (PPH) dalam pengurusan sertifikasi halal. Upaya ini diharapkan dapat memperluas jangkauan usaha, menarik minat konsumen, serta meningkatkan akses layanan secara profesional dan modern.
Nur Khairin Dwi Fitriana, perwakilan dari Divisi Acara Kelompok 32, mengungkapkan bahwa program ini tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga berperan sebagai sarana edukasi bagi pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi tantangan digitalisasi.
“Melalui program ini, kami ingin mendorong pelaku UMKM agar lebih melek terhadap pentingnya legalitas dan identitas usaha. Kami berharap langkah awal ini bisa memberikan dampak nyata bagi perkembangan usaha mereka, baik dari segi pelayanan, pemasaran, maupun kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Pelayanan program ini dilaksanakan secara langsung dengan mendatangi masing-masing lokasi usaha di beberapa RW. Salah satu wilayah yang menjadi sasaran kegiatan adalah RT 04/RW 06, Kelurahan Ploso. Bapak Rohmat, selaku Ketua RT 04, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN yang turut memberikan sosialisasi kepada warganya. Meskipun tidak semua warga hadir, antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan cukup tinggi.
Pada kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 9 Juli 2025 tersebut, Bapak Rohmat menyampaikan apresiasinya terhadap peran serta mahasiswa KKN.
“Terima kasih atas kontribusi dan pendampingan dari adik-adik mahasiswa. Semoga tindak lanjut program pendaftaran NIB untuk warga RT 04 RW 06 dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan bersama,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, hasil pelaksanaan program ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari warga, terutama di lima RW dari total sebelas RW di Kelurahan Ploso, khususnya dalam pengurusan NIB, Google Maps, dan QRIS secara digital. Untuk pengurusan NIB saja, tercatat lebih dari 30 pelaku UMKM yang bersedia didampingi oleh mahasiswa, baik secara langsung di lokasi usaha maupun melalui forum sosialisasi.
Tak hanya itu, kehadiran Pendamping Proses Produk Halal (PPH) di RW 01, RW 04, dan RW 08 juga mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satunya disampaikan oleh Ibu Uun, pemilik warung nasi di RW 08, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya pendampingan langsung dari mahasiswa dan PPH.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat terbantu. Dulu saya bingung bagaimana cara mengurus halal, sekarang ada yang mendampingi langsung. Semoga usaha saya makin dipercaya pembeli karena sudah punya sertifikat halal,” tuturnya dengan penuh rasa syukur.
Agus Yulianto, selaku Pendamping PPH yang merupakan lulusan pelatihan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) STAI Ihyaul Ulum Gresik, juga menyampaikan harapannya terhadap kontribusi mahasiswa.
“Harapan saya, ke depannya mahasiswa bisa terus membantu UMKM dalam mendapatkan sertifikasi halal. Ini adalah program pemerintah yang tercantum dalam UU Cipta Kerja, di mana semua pedagang makanan dan minuman diwajibkan memiliki sertifikat halal. Semestinya aturan ini sudah berlaku sejak Oktober tahun lalu, namun karena masih banyak yang belum mendaftar, maka diperpanjang hingga Oktober 2026,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa KKN sangat membantu dalam menyukseskan program ini, baik dari sisi sosialisasi maupun proses pendaftaran.
“Kehadiran mahasiswa seperti ini tentu sangat mendukung pemerintah, terutama dalam upaya memperkenalkan pentingnya sertifikasi halal kepada pelaku UMKM. Kami berharap lebih banyak mahasiswa terlibat agar pesan dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” imbuhnya.
Penulis : Haris Machmudi























