Mahasiswa melaksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui Program KKN Tematik SDGs 2025 di Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, pada Selasa, 8 Juli 2025 luncurkan Proker pertamanya digital rebranding lapangan UMKM. Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menggali potensi lokal sekaligus mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah setempat.
Dalam kunjungan ini kelompok KKN 20 telah memilih dua UMKM, yaitu yang pertama usaha kuliner “Dapur Mamafe” yang menyediakan camilan dan minuman seperti Dimsum, Salad Buah, Puding gemas dan jajanan ringan homemade. Untuk minuman terdapat Es Coklat, varian rasa Teh, Kopi kekinian.
Ibu Feti mengungkapkan bahwa “makanan yang paling best seller disini itu ada dimsum dan untuk minumannya sendiri itu yang best seller adalah es coklatnya”. Tetapi penjulannya masih dalam lingkup daerah terdekat saja belum bisa dan belum terjangkau di daerah yang lebih jauh.
“Kalau untuk yang daerah jauh jarang dan bahkan hampir tidak ada karena memang terkendala pengantaran, kalaupun gosend ongkir yang mahal kami juga tidak bisa memberi ongkir gratis. Jadi pembeli masih konsumen daerah sini yang tau melalui story WA.” Ujar ibu Feti, menunjukan untuk promosi media online masih kurang karena belum menguasai.
Selanjutnya untuk UMKM yang dikunjungi UMKM Rujak Lontong milik Ibu Kembar yang bertempat di Jl. Tenggumung Baru No. 181, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Surabaya Utara.
Rujak lontong merupakan salah satu makanan tradisional yang banyak diminati masyarakat. Namun, selama ini usaha tersebut belum dikelola secara maksimal, Salah satunya dari segi pemasaran. Hal ini menjadi salah satu upaya kelompok 20 KKN UPNVJT untuk mengupayakan agar UMKM dapat lebih dikenal oleh masyarakat dengan Mendaftarkan UMKM di GMAPS, membuat konten review yang akan Upload di Media Sosial “Instagram dan Tik Tok” dan membuat Price List menu di Rujak Lontong “Ibu Kembar”
Upaya ini disambut antusias oleh pemilik usaha. “Saya merasa terbantu sekali. Sekarang rujak lontong saya bisa dikenal lebih banyak orang, apalagi setelah difoto dan diposting ke media sosial,” ujar Ibu pemilik rujak lontong.
Dengan adanya program kerja digitalisasi UMKM ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing juga mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku usaha Kelurahan Pegirian secara berkelanjutan. Selain itu, adanya digitalisasi UMKM ini dapat menjangkau konsumen lebih luas, sehingga kesempatan untuk menarik perhatian pembeli semakin meningkat. Digitalisasi UMKM ini tidak hanya membuka akses ke pasar baru, tetapi juga meningkatkan koneksi antara pelaku usaha dan pelanggan, menjadikan UMKM lebih tangguh dan siap menghadapi persaingan era modern sekarang ini.
Penulis : Edista Indiswari Artamefia, Nur Machmudi dan Yuani Firanita























