Tunggakan Listrik di Pandeglang Capai Rp 1,6 Miliar

0
471

PERUSAHAAN Listrik Negara (PLN) Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Pandeglang mengaku masih banyak pelanggan yang telat membayar tagihan listrik setiap bulannya.

Dari data, sebanyak 5.340 pelanggan (umum, bisnis, sosial dan perkantoran) yang belum melakukan pembayaran tagihan listrik selama dua bulan dengan nilai tunggakan mencapai Rp 1,6 miliar.
Manager PLN ULP Pandeglang, Muhammad Habib Tohir mengatakan, ribuan pelanggan yang telat atau menunggak melakukan pembayaran tagihan listrik dikarenakan pelanggan diyakini lupa dengan tanggal pembayaran ataupun belum sempat untuk datang ke outlet pembayaran tagihan listrik.

“Sebenarnya dalam aturan surat perjanjian jual beli tenaga listrik dengan pelanggan sudah dijelaskan terkait batas waktu pembayaran tagihan listrik paling lambat tanggal 20 setiap bulannya. Akan tetapi, mungkin para pelanggan lupa dan belum sempat datang ke outlet untuk membayar tagihan listrik,” kata Muhammad Habib Tohir, sat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/06/2020).

Bahkan bukan hanya pelanggan umum, akan tetapi perkantoran seperti kantor-kantor di lingkungan Pemkab Pandeglang pun masih banyak yang belum melakukan pembayaran tagihan listrik.

“Sebanyak 5.340 pelanggan yang belum membayar tagihan selama dua bulan, yang terdiri dari empat golongan, yaitu rumah tangga, bisnis, sosial dan perkantoran,” terangnya.

Ia menuturkan, untuk katagori rumah tangga terdiri dari 4.369 pelanggan, perkantoran 42 perkantoran, sosial 860 pelanggan, dan kategori bisnis sebanyak 159 pelanggan. Kata Habib Tohir, di area PLN ULP Pandeglang pelanggan pascabayar itu sekitar 80.000 pelanggan, untuk pelanggan prabayar itu 60.000 pelanggan.

“Kalau yang dibawah dua bulan ini sekitar 13.000 pelanggan yang belum membayar tagihan listrik, jadi artinya masih rekening lancar kalau di PLN, jadi belum masuk ke dua bulan,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa, pelanggan daya 450va untuk saat ini masih gratis karena adanya pandemi Covid-19, akan tetapi masih ada sekitar 640 pelanggan yang daya 450va belum melakukan pembayaran tagihan listrik Maret lalu.

“Di PLN kan ada yang namanya rekening ompong ada tagihan-tagihan yang mana tagihan pada Maret 2020 kemarin belum dibayar, sehingga menimbulkan tunggakan di PLN. Harapan kami pelanggan PLN yang daya 450va ini juga harus membayar rekening listrik tepat waktu,” jelasnya.

Ia berharap kepada masyrakat baik pelanggan umum, bisnis, sosial dan perkantoran agar segera membayar tagihan listrik dan dihimbau melakukan pembayaran tagihan listrik tepat waktu yakni pada tanggal 1 dan maksimal tanggal 20. Ia menegaskan, jika pembayaran melebihi waktu yang ditetapkan maka PLN akan melakukan pemutusan kepada pelanggann yang menunggak.

“Untuk satu bulan kami akan melakukan pemutusan sementara dari NCB, dan bila mana pelanggan menunggak di atas dua bulan maka kami akan melakukan pemutusan sementara, untuk APP sudah kami amankan. Dan apabila sudah menunggak selamat tiga bulan, makan pelanggan ini akan diadakan bongkar rampung yang meliputi bongkar HL, KWH, dan akan dihapus dari pelanggan PLN,” tegasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments