Warga Ciwalet Ngeluh Kotoran Dibuang ke Sungai

0
381

WARGA di Kampung Ciwalet, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten mengeluhkan pembuangan kotoran kerbau ke Sungai Cipinggan.

Diduga kotoran tersebut dibuang oleh peternak kerbau di sekitar aliran Sungai Cipinggan. Akibatnya, sungai tercemar dan warga tidak bisa lagi memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan manci, cuci dan kakus (MCK).

Ketua RW 10 Kampung Ciwalet Nasir menduga, sungai tersebut tercemar karena pembuangan limbah kotoran kerbau. Bahkan kejadian tersebut sering berulang dan juga disampaikan ke pemilik ternak, tetapi tidak ada solusi jangka panjang.

“Kotoran kerbau yang terbawa arus sungai memang tidak setiap hari, terjadi kalau keadaan sungai lagi meluap. Kalau sedang tercemar, warna air berubah hitam, berbusa dan berbau kotoran kerbau,” kata Nasir, belum lama ini kepada wartawan.

Dirinya sudah mencari tahu asal kotoran kerbau tersebut dan diduga dari peternakan penggemukan kerbau milik salah seorang pengusaha di Kelurahan Sukaratu.

“Pihak pengusaha juga pernah datang ke warga untuk musyawarah. Namun kejadian serupa terulang lagi. Untuk itu kami berharap pemerintah daerah meninjau perizinan peternakan itu terutama pengolahan limbahnya,” terang dia.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Anwari Husnira mengaku, akan mengecek kadar air di aliran Sungai Cipinggan di Kampung Ciwalet yang keluhkan warga karena tercemar kotoran kerbau.

“Insya Allah LH akan mengecek ke lokasi, kami akan melakukan pengecekan mutu air itu bagaimana. Apakah air itu masih bisa bermanfaat atau tidak,” kata Anwari saat ditemui di Alun-alun Pandeglang, Selasa (10/10/2017).

Namun ia menjelaskan dari kesehatan, kotoran kerbau yang dibuang langsung ke sungai itu tidak baik. Baik dari segi ilmu pertanian itu sangat bagus karena bisa membantu kesuburan tanah dan juga mudah terurai di air.

Namun yang jadi permasalahannya adalah sungai tersebut digunakan oleh warga untuk mencuci piring dan pakaian. Akibatnya cukup mengganggu warga.

“Bukan kami yang mengeluarkan perizinan, karena yang mengeluarkan izin itu Dinas Pertanian,” tandas mantan Camat Panimbang ini.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Dendi

Facebook Comments