Waspada, Aksi Penipuan Dengan Cara Hipnotis Berkedok Sales

0
1000

BERBAGAI cara yang dilakukan penipu dalam melakukan aksinya, kali ini penipu berkedok sales elektronik berkeliaran di Kampung Kolelet Turus, Desa Pasirtangkil, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (09/03/2021).

Iis, salah satu korban mengaku awalnya didatangi seorang wanita yang mengaku sales elektronik, dan menawarkan berbagai produknya dengan memperlihatkan beberapa brosur, Iis pun sempat mengambil foto sales tersebut, yang awalnya akan digunakan sebagai status di akun WhatsAppnya.

“Saya ambil foto penipu itu umpet2an malu kalau ketahuan, awalnya untuk update status wa, biasa klo ibu-ibu kan suka update status gitu deh, tapi saya updatenya setelah saya kena tipu, jadi bikin status wa pun dengan kata-kata kesal, dan saya rencananya akan lapor polisi” kata Iis yang akrab disapa Bunda.

Dari pengakuan Iis, penipu tersebut mengatakan jika ingin barang yang dipilih, harus memberikan uang terlebih dahulu, tanpa pikir panjang Iis pun memberikan uang karena tertarik dengan salah satu barang yang ditawarkan.

“Saya aneh ketika dia meminta uang saya langsung memberikannya tanpa ada rasa curiga kepada pelaku, saya memberikan uang sebesar 700 ribu rupiah, dan saya bisa merasa tertipu ketika pelaku sudah pergi, ketika saya hubungi ke nomor teleponnya tidak dapat dihubungi,” kata Iis.

Iis menambahkan, jika uang yang hilang memang tidak seberapa, namun ketika mengetahui tetangganya juga ada yang tertipu hingga memberikan uang sebesar 1.8 juta kepada pelaku, dan ternyata semakin sore mendapat kabar banyak yang menjadi korban penipuan dihari yang sama.

“Memang saya tertipu, dan tidak seberapa nilainya, namun mengetahui tetangga saya juga ada yang kena tipu, saya menjadi kaget, dan tentunya ini sangat merugikan dan meresahkan warga, terutama yang menjadi korban,” pungkas Iis.

Musibah yang dialami, Iis hanya bisa mengambil hikmahnya, dan berpesan agar masyarakat lebih waspada, terutama jika kedatangan orang yang tidak dikenal.

“Ini sebuah pembelajaran bagi saya yang telah menjadi korban, agar lebih berhati-hati ketika menerima tamu yang tidak dikenal, kalau bisa jangan sampai kita sendirian berada dalam rumah ketika ada orang tidak kita kenal, untuk lebih amannya sih agar tidak menerima tamu tersebut masuk ke rumah kita, karena khawatir tamu tersebut seorang penipu seperti yang telah saya alami,” kata Iis.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Ari

Facebook Comments