UNTUK mewujudkan rasa syukur dengan membangun solidaritas sosial untuk saling peduli agar kehidupan anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua agar bisa hidup sejahtera, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, membantu anak yatim piatu.
“Meski bantuan sosial itu tidak seberapa,tetapi ingin wujudkan rasa sukur dengan berbagi rejeki kepada anak yatim piatu,” kata Ketua Dewan Panesahat PWI Kabupaten Lebak, Ahya, Sabtu (20/8/2022).
Ahya menyebut, PWI Kabupaten Lebak sebagai bagian elemen masyarakat tentu sangat peduli terhadap anak-anak yatim piatu.
“Hal ini kami lakukan, karena kehidupan mereka tentu cukup memprihatinkan. Namun dengan adanya kami disisi mereka, sedikitnya bisa meringankan beban,” ungkapnya.
Dirinya menuturkan, banyak kegiatan-kegiatan sosial yang dilaksanakan PWI Lebak. Terutama dalam hal membantu kepada anak-anak yang tidak memiliki orang tua yang lengkap.
“Sebab, anak-anak yatim piatu itu perlu adanya dorongan dan perhatian dari semua elemen masyarakat, untuk meringankan kehidupan mereka. Anak-anak yatim piatu jangan sampai tidak sekolah, dan juga tak memiliki pendidikan” sebut Ahya.
Karena itu, PWI Kabupaten Lebak mendorong anak-anak yatim piatu bersekolah dan memiliki pendidikan yang baik agar kehidupan mereka kedepan menjadi lebih baik.
“Penyaluran bantuan sosial yang dilaksanakan PWI Lebak untuk anak yatim piatu, itu sebanyak 45 anak. Dan kami berharap, bantuan sosial ini dapat dimanfaatkan untuk keperluan sekolah maupun kepentingan yang bermanfaat,” jelas Ahya.
Salah seorang anak yatim piatu warga Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Akmal (9) mengaku, bahwa dirinya merasa senang adanya bantuan sosial yang dilaksanakan PWI Lebak.
“Bantuan sosial berupa uang itu, nantinya akan ditabungkan untuk keperluan sekolah. Saya sejak usia tiga tahun sudah tidak memiliki orang tua, dan kini tinggal bersama nenek,” katanya menjelaskan.
Begitu juga anak yatim piatu lainnya, Udi (8) warga Pasir Jati, Cibadak, Kabupaten Lebak, mengatakan dirinya sangat bahagia menerima bantuan sosial itu berupa uang, sehingga bisa ditabung untuk membeli keperluan sekolah.
“Saat ini, sayaa sejak balita sudah ditinggalkan ibu dan kini dibiayai hidup oleh nenek. Saya saat ini sekolah kelas tiga SD, dan adanya bantuan itu bisa saya tabung,” singkatnya.
Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep























