20 Kampung di Pandeglang Ikuti Perlombaan “Gebrag Ngadu Bedug”

0
66

RAMPAG Bedug adalah kesenian tradisional yang berasal dari Banten, yang pada awalnya, rampak bedug dimaksudkan untuk menyemarakan dalam menyambut bulan suci Ramadhan atau hari raya Idul Fitri yang pertama kali dikembangkan sejak tahun 1950. Dada saat itu juga, Di Kabupaten Pandeglang diadakan pertandingan rampak bedug antar kampung.

Untuk itu, dengan tema “Tunggul Kalapa Sawara Luhur Ranggon”, Asosiasi Seniman Bedug (ASB) di Pandeglang bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, menggelar acara Gebrag Ngadu Bedug yang diadakan di Alun-Alun Pandeglang, mulai tanggal 18 sampai 20 April 2024.

ketua ASB Pandeglang, Endang Suhendar mengatakan, bahwa dari tema tersebut mempunyai makna simbolis dan budaya dalam masyarakat Muslim di Kabupaten Pandeglang.

“Jadi tunggul kalapa itu, bedug yang berasal dari tunggul atau batang paling bawah dari pohon kelapa. Kenapa di luhur ranggon, pemain tingtit atau penabuh bedug akan bermain diatas ranggon atau yang biasa disebut saung yang bertingkat,” katanya, Jum’at (19/4/2023).

Dirinya menyebut, jika peserta yang mengikuti lomba Gebrag Ngadu Bedug tersebut adalah Kampung-Kampung yang berada di Kabupaten Pandeglang.

“Jumlah peserta yang mengikuti acara ini, sebanyak 20 kampung dari 6 Kecamatan di Pandeglang. Diantaranya, Kampung Baru, Parung Sentul, Kampung Sanim, Kampung Kadu Lupa, Kampung Sukalimas, Kampung Kadu Gajah, Kampung Juhut, Kampung Limus, Kampung Salabentar, Kampung Kadu Tunggul, Kampung Cicadas, Kampung Sorean, Kampung Cihaseum, Kampung Ciledug, Kampung Sakarwana, Kampung Cipacung 2, Kampung Ciguludug, Kampung Cikiray Girang, Kampung Cilaja, dan yang terakhir adalah Kampung Jambu,” terang Endang.

Endang menerangkan, bahwa selain mengadakan perlombaan Ngadu Bedug, pihaknya juga mengadakan perlombaan-perlombaan lainnya.

“Bukan hanya ngadu bedug saja yang kami lombakan, akan tetapi ada lomba pawai, lomba hiasan saung bedug, melukis, serta yang lainnya. Kemudian, kami juga mengadakan diskusi tentang sejarah bedug,” ungkapnya.

Ia berharap, dari perlombaan Gebrag Ngadu Bedug ini, bisa mewadahi para seniman bedug yang berasal dari Paguyubannya dari masing-masing kampung.

“Harapan kami sebenarnya, Pemerintah Daerah bisa mewadahi seniman bedug dari berbagai paguyuban di kampung-kampung. Dan juga bisa dikembangkan serta ditingkatkan lagi untuk mengikuti perlombaan ke tingkat nasional bahkan dunia,” ujarnya.

Sementara, salah seorang Koordinator Sanggar Bedug Kampung Kupa, Kelurahan Juhut, Kecamatan Cadasari, Rahmat Hidayat mengatakan, bahwa dirinya optimis bisa memenangkan perlombaan Gebrag Ngadu Bedug tersebut.

“Kami sangat optimis, bisa memenangkan perlombaan ini. Alasannya, bahwa kami sudah berusaha latihan sekeras mungkin sebelum bulan puasa. Dan untuk Pemerintah Daerah, kami minta agar dilakukan pembinaan, diarahkan lagi, supaya kedepannya kami bisa lebih baik lagi,” singkatnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments