PANDEGLANG, TUNTASMEDIA.COM – Menu Makanan Bergizi Gratis yang di salurkan untuk anak Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) dan SD IT Cihideung Kecamatan Cimanuk, Pandeglang, Banten, dikeluhkan oleh orang tua anak. Menu yang tidak layak dan tidak standar seperti menu nonton bareng di sugukan kepada anak-anak.
“Ini menu untuk dua hari, masa menu nya kaya menu nonton bola atau layar tancep sih, bagaimana mau ada sehat anak-anak kalau menu nya seperti ini,” kata salah satu orang tua anak penerima MBG, Senin 16 Februari 2026
Orang tua anak yang enggan disebutkan nama nya ini mengaku, menu yang diberikan yakni hanya susu satu buah, roti satu buah, jeruk dua buah dan yang tak masuk akal ada dua bungkus kacang kering.
“Kami dapat dengan cara diambil ke sekolah dan ini untuk dua hari. Aneh menu nya, masa anak kecil di kasih kacang kering, bisa-bisa anak kami sakit perut kalau begini,” tambahnya.
Sementara itu orang tua yang lain mengatakan, menu yang disugukan oleh pihak penyedia atau Dapur tidak seharusnya seperti ini, dan ini jauh dari kata layak.
“Gimana mau pada cerdas anak-anak kalau menunya seperti ini. Tolong lah diperhatikan kelayakan menu nya dan saya rasa ada standar yang diberikan oleh pemerintah untuk anak-anak,” ungkap orang tua.
Ia berharap pemerintah bisa melakukan pengawasan terkait menu yang disalurkan oleh Dapur penyedia makanan. Satgas yang dibentuk oleh pemerintah pusat yang diserahkan kepada pemerintah daerah masing-masing jangan hanya diam dan tutup mata melihat penyaluran MBG.
“Jangan-jangan satgas kerjanya cuma menghitung jumlah dapur saja, menu yang standar dari Badan Gizi Nasional (BGN) tidak di perhatikan, tolong di tinjau ulang,” katanya.
Diketahui bahwa kasus penyaluran yang di lakukan oleh dapur di setiap wilayah di Kabupaten Pandeglang terus menuai kritikan dari orang tua penerima MBG. Menu makanan tak layak dan tak bergizi hingga makanan yang berulat dan busuk kerap ditemukan.
Sejumlah orang tua anak mempertanyakan keseriusan dari satgas MBG, apakah serius soal gizi anak atau hanya sebatas seremonial. Mengingat dari sejumlah kasus yang ada, belum ada satu pun tindakan yang serius dilakukan oleh satgas hanya teguran biasa-biasa saja dan tidak ada yang sampai ke ranah penutupan dapur MBG.
Reporter : Tb. Agus Jamaludin
Redaktur : Fauzi























