Banten Borong Dua Gelar di Festival Dalang Anak Nasional 2026

0
6

Dua dalang anak utusan Banten berhasil meraih dua gelar pada Festival Dalang Anak Nasional ke-19 tahun 2026 yang berlangsung di Padepokan Pewayangan Kautamaan, TMII, Jakarta, pada 2–4 November 2026. Rizqi Wahyu Rohman meraih Juara 1 kelompok usia 12–15 tahun, sementara Altan meraih Juara 4 kelompok usia 8–11 tahun.

Capaian ini menjadi prestasi terbaik Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Provinsi Banten dalam sejarah keikutsertaannya di tingkat nasional.

Kedua dalang anak tersebut merupakan hasil seleksi Festival Dalang Anak tingkat Provinsi Banten yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten dalam rangka HUT ke-26 Provinsi Banten tahun 2026.

Festival Dalang Anak Nasional ke-19 ditutup langsung oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon. Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, turut membagikan hadiah kepada para pemenang.

Altan, yang baru berusia 7 tahun menjelang 8 tahun, menjadi peserta termuda di kelompoknya. Melalui penampilan wayang golek, ia menunjukkan kemampuan sabet, antawacana, dan suluk yang mengantarkannya meraih Juara 4 kelompok usia 8–11 tahun.

Sementara itu, Rizqi Wahyu Rohman meraih Juara 1 kelompok usia 12–15 tahun melalui lakon Jaya Perbangsa. Penguasaan karakter, kakawén, murwa, antawacana, serta musikalitas gamelan menjadi kekuatan penampilannya di panggung nasional.

Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten, Rohaendi, S.Pd., M.Par., yang mengawal langsung para peserta ke Jakarta bersama organisasi pedalangan, menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan tersebut.

“Kalau kita bermitra, bersinergi dengan organisasi profesi pedalangan dengan baik, ternyata kita berhasil membawa trofi kebanggaan tertinggi bidang pedalangan Indonesia,” ujar Rohaendi.

Ketua PEPADI Provinsi Banten, Tirta Nugraha Pratama, menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan prestasi yang telah lama dinantikan setelah perjuangan panjang dalam pembinaan dalang anak Banten.

“Ini adalah prestasi yang sangat kami nantikan selama bertahun-tahun. Perjuangan yang berdarah-darah, disertai sinergi dan kolaborasi yang erat dengan Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten, akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan,” tegas Tirta.

“Capaian ini menjadi semangat bagi kami untuk terus membina dan mendampingi generasi penerus pedalangan Banten,” lanjutnya.

Tirta juga berharap kedua dalang anak berprestasi tersebut mendapat kesempatan tampil pada hari spesial di hadapan Gubernur Banten sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mereka di tingkat nasional.

“Kami berharap Altan dan Rizqi dapat diberi kesempatan tampil pada hari spesial di hadapan Gubernur Banten. Apresiasi ini akan sangat berarti bagi mereka dan menjadi penyemangat untuk terus berkarya serta menekuni seni pedalangan,” harap Tirta.

Keberhasilan kedua dalang anak tersebut memperlihatkan potensi talenta muda Banten sekaligus memperkuat peran kemitraan pemerintah dan organisasi profesi dalam pembinaan seni pedalangan.

“Ini bukan sekadar lomba. Ini bukti bahwa regenerasi dalang Banten berjalan. Kolaborasi pemerintah dan PEPADI adalah kunci. Tanpa sinergi, kita tidak mungkin sampai di titik ini,” tegas Rohaendi.

Festival Dalang Anak Nasional ke-19 tahun 2026 diikuti 29 peserta terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Ajang ini menjadi ruang pembinaan bagi dalang muda penerus seni pedalangan Nusantara.