Banten Masuk 10 Besar Basis Terorisme

0
424

PROVINSI Banten masuk 10 besar wilayah basis terorisme yang ada di Indonesia. Meski memiliki kelompok-kelompok kecil yang bergabung dengan kelompok teroris, Banten termasuk wilayah yang setara dengan wilayah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Analis Kebijakan Madya Bidang Pemnas Mabes Polri, Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono pada sosialisasi faham anti radikalisme di Mapolres Pandeglang, Rabu (2/8/2017).

“Kalau rawan sekali tidak, karena teroris itu bergerak terus berpindah-pindah, yang jelas kalau sepuluh besar pasti masuk tapi harus dicek ulang,” ungkapnya.

Penekanan bahaya radikalisme, sambungnya, harus tetap digalangkan di masyarakat, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan ikut bergabung dengan kelompok-kelompok anti pancasila.

“Kita sering melakukan penangkapan di beberapa daerah. Kalau pelatihan teroris kita akan lakukan penangkapan tapi itu harus tertangkap tangan. Kita lakukan safari seluruh indonesia untuk mencegah hal itu,” terangnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan juga mengatakan, pada 2000 dulu ada tempat pelatihan untuk anggota teroris di salah satu wilayah di Kecamatan Menes yang masih berkaitan dengan anggota teroris Imam Samudra. Meski saat ini cukup kondusif, tapi pihaknya masih melakukan monitor karena masih masih ada beberapa orang yang dicurigai.

“Menes tempat Imam Samudera CS. Di Saketi juga ada tempat bekas NII. Ada juga bekas eks napi teroris di sini dan terbukti dengan adanya penangkapan densus 88 kemarin 2 orang yang ditangkap di Cilegon, rumahnya di sini di Kecamatan Saketi dan Labuan. Yang ditangkap di Mengger ternyata rumahnya di Menes,” ungkapnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Agus