SERANG, TUNTASMEDIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Salsabila Serang bersama Universitas Padjadjaran Bandung dan Universitas Hasanuddin Makassar menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Program ENHANCE (Engaging Community Pharmacy in Tuberculosis Case Detection).

Hal itu dilakukan sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan deteksi dini Tuberkulosis (TBC) di Kota Serang. Kegiatan yang berlangsung di Aula STIKes Salsabila Serang ini melibatkan Dinas Kesehatan Kota Serang, puskesmas, organisasi profesi, apoteker, serta Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK)/Tenaga Vokasi Farmasi (TVF) dari berbagai apotek komunitas.

Program ENHANCE merupakan bagian dari penelitian kerja sama antar perguruan tinggi yang bertujuan mengoptimalkan peran apotek komunitas sebagai titik kontak pertama masyarakat dalam mendeteksi gejala tuberkulosis.

Melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah, program ini mendorong apoteker dan TTK/TVF untuk berperan aktif dalam skrining gejala TB dan melakukan rujukan terintegrasi ke puskesmas.

Ketua STIKes Salsabila Serang, Hj. Fathiyati, S.ST., Bd., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tingginya jumlah kasus TB yang belum terdeteksi (missing cases) menjadi tantangan besar dalam pengendalian penyakit menular tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dan sinergi berbagai pihak agar penemuan kasus dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Beliau menegaskan bahwa apotek komunitas memiliki posisi strategis karena sering menjadi fasilitas kesehatan pertama yang dikunjungi masyarakat saat mengalami keluhan pernapasan

Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Serang, dr. H. Ahmad Hasanuddin, MMKes. Menurutnya, pelibatan apotek komunitas dalam program pengendalian TB merupakan langkah inovatif yang dapat memperkuat jejaring pelayanan kesehatan di Kota Serang.

Dinas Kesehatan menyambut baik kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, organisasi profesi, dan apotek komunitas sebagai bentuk dukungan nyata terhadap target eliminasi TB nasional. Kehadiran seluruh stakeholder dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperluas cakupan deteksi dini dan meningkatkan keberhasilan rujukan pasien suspek TB.

Pada sesi sosialisasi, peserta mendapatkan pemaparan mengenai konsep Program ENHANCE dan model implementasi deteksi TB berbasis apotek komunitas yang disampaikan oleh inisiator ENHANCE sekaligus Kolaborator Peneliti Eksternal, Prof. apt. Ivan Surya Pradipta, Ph.D dari Universitas Padjadjaran.

Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah (Public-Private Mix) untuk meningkatkan penemuan kasus TB di masyarakat.

Sebagai bentuk penguatan sinergi dan dukungan terhadap implementasi program, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama oleh seluruh pemangku kepentingan yang hadir, meliputi Dinas Kesehatan Kota Serang, puskesmas, organisasi profesi, perguruan tinggi, apoteker, dan TTK/TVF.

Penandatanganan komitmen ini menjadi simbol kesepahaman dan kesiapan seluruh pihak untuk berkolaborasi dalam mendukung pelaksanaan Program ENHANCE serta meningkatkan penemuan kasus Tuberkulosis melalui pendekatan berbasis apotek komunitas.

Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan yang menghadirkan apt. Carla Florencia, M.Farm dan Baha Udin, M.Farm, dengan materi meliputi komunikasi efektif, skrining TB berbasis gejala, penggunaan formulir skrining, prosedur rujukan pasien, serta simulasi kasus yang dapat diterapkan langsung di apotek komunitas.

Pelaksanaan program ENHANCE di kota Serang dilakukan oleh tim peneliti kolaboratif yang terdiri atas: Baha Udin, M.Farm (STIKes Salsabila Serang); Dr. apt. Yusransyah, M.Sc (STIKes Salsabila Serang); apt. Farahdina Chairani, M.Clin.Pharm (STIKes Salsabila Serang); Prof. apt. Ivan Surya Pradipta, Ph.D (Universitas Padjadjaran, Bandung); apt. Muh. Akbar Bahar, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D (Universitas Hasanuddin, Makassar); apt. Carla Florencia, M.Farm (Universitas Padjadjaran, Bandung).

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, serta tenaga kefarmasian, Program ENHANCE diharapkan menjadi model inovatif yang mampu mempercepat penemuan kasus TB di tingkat komunitas dan mendukung terwujudnya target eliminasi Tuberkulosis di Indonesia pada tahun 2030.

Penelitian dengan judul “Evaluasi Implementasi dan Efektivitas Biaya Program Deteksi Tuberkulosis Berbasis Apotek Komunitas di Kota Serang” merupakan penelitian kolaboratif antara STIKes Salsabila Serang, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Hasanuddin yang memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek) melalui Program Penelitian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) BIMA Tahun Anggaran 2026.

Dukungan pendanaan tersebut menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan riset terapan yang memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.(***)