Bermodal Keyakinan, Thoni-Imat Tidak Gentar Melawan Petahana di Pilkada Pandeglang

0
114

JURU bicara pasangan calon Toni-Imat, Eko Supriatno memastikan orang yang didukungnya hanya bermodalkan keyakinan untuk maju di Pilkada Pandeglang, Meski begitu pihaknya tidak gentar melawan petahana yang didukung dengan sembilan partai politik (parpol).

Eko mengatakan, modal Thoni-Imat (Toat) hanya keyakinan. Bahwa jika berjuang dengan ikhlas semata untuk niat memperbaiki Pandeglang, maka pertolongan Allah Swt akan datang.

“Sembilan partai politik yang mendukung petahana tidak menjamin bisa memenangkan kompetisi politik akbar di Pandeglang. Perlu diingat, Masyarakat Pandeglang sudah mandiri, mereka bisa memilih pemimpin yang sesuai dengan masing-masing pilihannya untuk memajukan Pandeglang ke depannya,” kata Eko, melalui keterangan tertulis, Selasa (06/10/2020).

Menurutnya, bagi Thoni-Imat, seorang pemimpin yang baik itu adalah pemimpin yang yang selalu membawa dan memberikan kebahagiaan terhadap warganya.

“Thoni-Imat adalah keajaiban dalam kisah Pilkada Pandeglang ini. Ibarat kata, from zero to hero. Tak hanya soliditas partai (PKB, PKB, dan partai non parlemen, red), kekuatan Thoni-Imat juga terletak pada solidaritas dan gerilia relawan yang tangguh, berawal dari modal keyakinan, senjatanya adalah gerilia bersama rekan dan tim kecil. Gelora semangat para kader dan relawan inilah yang akan bisa menjadi faktor X kemenangan di Pilkada Pandeglang 2020,” tuturnya.

Program sederhana Thoni-Imat yang akan ditindaklanjutinya jika telah berhasil menduduk kursi bupati, terdapat beberapa poin yang dinilai sangat representatif dan terukur untuk dilaksanakan selama kepemimpinannya.

“Pertama, program itu di antaranya memperbaiki sumber daya spritual, agar Pandeglang semakin kokoh keimanan ketakwaan untuk fondasi guna melakukan pembangunan di Pandeglang,” terangnya.

Selain itu, yakni program sumber daya manusia makin baik, madrasah, sekolah umum harus bisa makin baik unggul tidak hanya di Pandeglang, tapi di kancah nasional hingga suatu saat di dunia.

“Sumber daya alam dengan mengembalikan kedaulatan masyarakat. ‘Melaksanakan konstitusi bahwa kekayaan alam bumi air dan segala yang tekandung di dalamnya dikuasai oleh negara untuk dipergunakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter: Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here