Bersihkan Debu Erupsi Anak Krakatau, Disparbud Pandeglang dan Siswa PKL Rawat Cagar Budaya Bale Budaya

0
9

Dalam upaya menjaga kelestarian warisan sejarah sekaligus meminimalkan dampak paparan abu vulkanik, jajaran pegawai Dinas Pariwisata & Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang melaksanakan aksi bersih-bersih di kawasan Bangunan Cagar Budaya (BCB) Bale Budaya Pandeglang pada hari Senin (07/09/2026).

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Budi Januardi mengatakan, Aksi gotong royong peduli lingkungan ini turut dibantu oleh siswa-siswi Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang tengah bertugas di Kantor Disparbud Pandeglang.

“Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons cepat untuk mengurangi dampak debu vulkanik dari hasil erupsi letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menyelimuti wilayah sekitar, termasuk kompleks bangunan bersejarah. Guna mencegah kerusakan struktural dan menjaga nilai estetika situs, aksi pembersihan difokuskan pada area luar dan selasar (veranda) utama Bale Budaya,” ujarnya.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, para pegawai yang mengenakan pakaian dinas cokelat serta kaos lapangan dinas berwarna hitam-biru bahu-membahu bersama para siswa PKL menyapu dan mengepel lantai ubin putih selasar. Dengan menggunakan peralatan kerja seperti sapu, alat pel, serta ember penampung air berwarna hijau, mereka telaten membersihkan sisa debu abu-abu yang menempel di lantai ubin dan pagar pembatas. Upaya intensif ini berhasil mengembalikan keasrian koridor gedung bersejarah tersebut hingga kembali bersih dan mengilap bebas dari debu.

Bale Budaya Pandeglang sendiri merupakan salah satu landmark cagar budaya penting di Kabupaten Pandeglang yang memiliki karakter arsitektur kolonial yang kuat, ditandai dengan deretan pilar-pilar putih kokoh serta pintu dan jendela kayu tinggi dengan jalusi (kisi-kisi) berwarna kuning gading. Pemeliharaan rutin pasca-fenomena alam seperti erupsi gunung api sangat krusial dilakukan untuk melindungi material bangunan tua agar tidak mengalami pelapukan akibat sifat korosif dari abu vulkanik.

Melalui aksi nyata ini, Disparbud Pandeglang berharap dapat terus menginspirasi dan meningkatkan kesadaran bersama—baik dari kalangan aparatur pemerintah, generasi muda, maupun masyarakat luas—akan pentingnya menjaga, merawat, dan melestarikan aset-aset sejarah serta cagar budaya di Kabupaten Pandeglang agar tetap kokoh dan nyaman untuk dikunjungi.