Buset..!!! Yangto Sampai Dikawal Ketat Ormas PSB Saat Diperiksa Kasus Cabul

0
537

ORGANISASI Masyarakat (Ormas) Pelaku Seni Budaya (PSB) Banten mengawal ketat, dan diduga melakukan tindakan menghalang-halangi tugas wartawan saat melakukan peliputan terhadap tersangka kasus dugaan pencabulan Yangto.

Belasan pria yang berpakaian serba hitam bertuliskan PSB Banten ini, dengan bebas berada di lorong dan sekitar Ruang Unit PPA Polres Pandeglang, yang diduga untuk mengamankan pemeriksaan tersangka Yangto.

Yangto merupakan anggota DPRD Pandeglang dari Partai NasDem dan juga pendiri dari ormas tersebut. Aksi dugaan menghalang-halangi tugas wartawan, terlihat ketika awak media hendak mengambil foto dan video namun dihalangai oleh pengurus Ormas PSB Banten dengan menggunakan tangan, mendorong hingga menarik tangan wartawan.

Bahkan pengurus Ormas PSB Banten itu “membarikade” di depan pintu Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), agar tersangka Yangto bisa dengan mudah keluar dari ruang pemeriksaan.

Ari Supriadi salah satu Wartawan Tangsel Pos yang sempat mendapatkan tindakan yang dilakukan Ormas yang mengawal tersangka kasus dugaan pencabulan, dirinya mengatakan sempat didorong dan ditarik oleh ormas yang menjaga tersangka.

“Bahu kiri saya didorong, tangan juga ditarik, untungnya kamera saya tidak jatuh, hal ini jelas menghalangi tugas kami sebagai wartawan,” katanya.

“Woi-woi tangan-tangan jangan menghalangi. Woi jangan dorong-dorong,” kata seorang wartawan.

Aldo Marantika, yang juga salah seorang wartawan mempertanyakan kepentingan pengurus Ormas PSB Banten yang mengawal tersangka kasus dugaan pencabulan Yangto hingga ke Ruag PPA Satreskrim Polres Pandeglang.

“Bapak kepentingannya apa? Ini kantor polisi, enggak perlu dikawal-kawal, emang perlu dikawal-kawal?,” kata Aldo.

Kericuhan antara awak media dengan pengurus Ormas PSB Banten berlangsung hingga tersangka Yangto menaiki mobil Suzuki Vitara berwarna putih dengan nomor polisi B 1097 NJC.

Kuasa hukum tersangka Yangto, Satria Pratama enggan berkomentar terkait kehadiran pengurus Ormas PSB Banten yang hadir dalam agenda pemeriksaan kliennya.

“Kita tidak komentar terkait itu, karena kita lawyer dampingi klien terkait pemanggilan. Itu silakan ditanyakan langsung,” singkat Satria.

Kasi Humas Polres Pandeglang, Iptu Nurimah mengaku, tidak mengetahi kehadiran pengurus Ormas PSB Banten di kantornya, karena memang sebelumnya tidak ada koordinasi.

“Itu (kehadiran Ormas PSB Banten, red) di luar dari penyidik, mungkin itu mah hanya untuk pengamanan saudara Y aja. Ya mungkin saudara Y membutuhkan pengamanan,” beber Iptu Nurimah.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep