Dalam Lima Tahun Terakhir Populasi Badak Jawa Meningkat

0
1172

BALAI Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) menyebut, terjadi peningkatan populasi Badak Jawa (Rhinocerus Sondaicus) sebesar 28,1 persen selama kurun waktu 2013-2018. Saat ini terdata 69 individu Badak Jawa yang terdiri dari 12 individu anak dan 57 individu remaja dewasa.

Badak Jawa merupakan spesies yang langka, baik secara nasional maupun global dan populasinya hanya ada di kawasan TNUK di Kabupaten Pandeglang. Badak Jawa rentan terhadap kepunahan akibat habitatnya yang semakin terbatas.

“Tujuan strategi konservasi Badak Jawa ini ingin mengembangkan perwilayahan dan sistem pengelolaan kawasan yang dapat menjamin peningkatan populasi kawasan yang dapat menjamin peningkatan populasi dan kualitas habitat Badak Jawa,” ujar Kepala Balai TNUK, Anggodo di sela-sela acara Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Badak Jawa 2019-2029 di Pendopo Pandeglang, Senin (12/08/2019).

Hasil monitoring dan pengamatan lebih rinci, TNUK juga memberikan informasi penting mengenai struktur populasi, khususnya sex ratio Badak Jawa yang abnormal. Di mana jantan lebih banyak dibandingkan dengan betina pada semua kelas umur.

“Dari survei dan analisis genetika Badak Jawa pada tahun 2014 dan pengamatan fenotif juga menunjukkan adanya gejala penyimpangan genetika pada beberapa individu Badak Jawa,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengajak, masyarakat agar menjaga badak bercula satu tersebut. Kata dia, Badak Jawa merupakan world heritage (warisan dunia) yang populasinya sudah mulai punah. Maka diperlukan tanggungjawab bersama untuk melestarikannya, tidak hanya hanya pemerintah tetapi juga masyarakat. “TNUK ini sangat penting, perlu dukungan dari masyarakat sehingga dapat menjaga kepunahan Badak Jawa,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian