Diduga Mencoblos Surat Suara, 5 Caleg NasDem Laporkan Petugas KPPS ke Bawaslu Pandeglang

0
341

LIMA orang Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Pandeglang dari Partai Nasional Demokrasi (NasDem), melaporkan sosok petugas KPPS yang diduga melakukan pencoblosan surat suara milik seorang pemilih yang sedang sakit ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang.

Kelima caleg tersebut yakni Nevi Nurvaida, Dede Firman, Adha Khumaeni, dan Ratu Shinta Dewi Kristina, yang merupakan caleg yang berkontestasi di Pileg Dapil I DPRD Kabupaten Pandeglang.

Kuasa Hukum dari kelima caleg tersebut, Gobang Pamungkas mengatakan, bahwa pelanggaran yang dilakukan oleh petugas KPPS yang mencoblos surat suara milik seorang pemilih yang sedang sakit sudah masuk ke dalam kategori pidana pemilu.

Dalam pelaporan tersebut, pihaknya meminta kepada Bawaslu Pandeglang untuk melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 13 Kelurahan Pandeglang sekaligus memproses petugas dan sosok yang didukung oleh petugas tersebut.

“Kami mendapat informasi dari Bawaslu, bahwa mereka sudah memastikan akan melakukan PSU di TPS 13. Tapi kami meminta juga, agar Bawaslu memproses petugas tersebut,” kata Gobang, Selasa (20/2/2024).

“Jangan hanya selesai di PSU, kasus ini harus sampai ke ranah hukum. Jika sudah diketahui caleg mana yang melakukan itu, harus didiskualifikasi,” sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gobang mengungkapkan, jika dirinya juga turut membawa saksi yang langsung mengambil video serta alat bukti lainnya.

Menurutnya, hal tersebut harusnya bisa membantu Bawaslu dan pihak terkait untuk bisa segera mengungkap kasus tersebut.

“Kami sudah membantu. Bawaslu sudah menerima bukti yang kami miliki dan saksi peristiwa,” ujarnya.

Terkait rencana PSU di TPS 13 Kelurahan Pandeglang, Gobang meminta kepada pihak terkait untuk mengganti petugas yang sebelumnya bertugas di TPS 13. Selain itu, Ia juga meminta kepada Bawaslu agar mendorong KPU Pandeglang menyiapkan petugas baru dalam penyelenggaraan PSU.

“Ya sama saja, tentu kita ragukan. Petugas yang lama tentu membuat PSU tidak legitimate. 100 kali PSU pun akan tetap sama, karena ini tentunya sudah cacat secara norma,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Pandeglang, Febri Setiadi menerangkan, jika saat ini pihaknya sendiri mengaku sudah mulai memproses kasus video viral yang memperlihatkan seorang petugas KPPS yang mencoblos surat suara milik pemilih yang sedang sakit.

Saat ini, kata Febri, kasus tersebut sudah dibawa ke Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk melakukan pendalaman.

“Kita melalui Gakkumdu akan mengkaji kasus ini lebih dalam. Saat ini kita akan berfokus pada pelaksanaan PSU yang akan digelar pada tanggal 24 Februari mendatang,” singkatnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here