Dugaan Kasus Pemerkosaan Gadis Disabilitas, Kejaksaan Terima SPDP

0
104

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Pandeglang, telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan kasus pemerkosaan gadis disabilitas berinisial EA (15) dari penyidik PPA Satreskrim Polres Pandeglang.

Korban EA (15) merupakan seorang gadis disabilitas asal Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang.

Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Helena Octavianne membenarkan, jika pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dugaan kasus pemerkosaan gadis disabilitas dari penyidik PPA Satreskrim Polres Pandeglang.

“SPDP dari Polres Pandeglang sudah kita terima kemarin. Kemudian langkah selanjutnya, telah ditunjuk Jaksa 4 orang untuk mengikuti perkembangan penyidikan kasus tersebut,” katanya kepada Tuntas Media, Selasa (23/5/2023).

Helena menjelaskan, keempat Jaksa yang akan menangani kasus tersebut, diantaranya Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang, Helena Octavianne, Kasi Barang Bukti dan Barang Rampasan, Dessy Iswandari, Kasi Pidum, Mario Nicolas, Kasubsi Penuntutan pada Bidang Pidum, Vera Farianti Havilah.

“Tim Jaksanya, saya sendiri sebagai Kajari langsung yang didampingi oleh Kasi BB, Kasi Pidum, dan Kasubsi Penuntutan. Nanti kita akan mengikuti perkembangan kasus tersebut,” ungkapnya.

“Berdasarkan SOP dan aturan terkait, nanti satu bulan kemudian kita menanyakan perkembangannya. Kalau memang belum selesai, akan disampaikan ke kita,” sambungnya.

Dirinya menyampaikan, bahwa penunjukan tiga Jaksa perempuan dan satu Jaksa laki-laki dalam perkara ini, bertujuan untuk mengedepankan para Jaksa perempuan dalam penanganan perkara kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kami ingin memviralkan Posko akses keadilan terhadap perempuan dan anak. Dimana, nanti kita akan mengedepankan Jaksa perempuan dalam setiap penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Sementara, paman Korban, Ade Rofik menyampaikan, bahwa sebelumnya pihak keluarga korban telah mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Kita telah melayangkan permohonan perlindungan ke LPSK, untuk mensuport kita. Dan Alhamdulillah, LPSK akan mendampingi keluarga saya EA (15), gadis disabilitas yang diduga menjadi korban pemerkosaan di salah satu Hotel di Kawasan Carita,” singkatnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments