Efek Covid-19, Penjualan Perlengkapan Sekolah di Pandeglang Masih Sepi

0
149

MENJELANG tahun ajaran baru 2020/2021, aktivitas penjualan seragam dan perlengkapan sekolah lainnya di Pasar Badak Pandeglang masih terlihat sepi. Sepinya aktivitas tersebut disebabkan pandemi Covid-19 dan belum adanya informasi dibukanya kembali sekolah.

“Tahun ini karena pandemi Covid-19 penjualan baju seragam tidak seramai tahun sebelumnya,” ujar Marti, salah seorang pedagang grosir pakaian sekolah, saat ditemui di Pasar Badak Pandeglang, Kamis (04/06/2020).

Ia mengatakan, penurunan penjualan mencapai 70 hingga 80 persen dari tahun sebelumnya. “Melihat situasi saat ini bisa diperkirakan turun 70 hingga 80 persen. Sebab di tahun sebelumnya dalam sehari bisa datang lebih dari lima pembeli pakaian seragam, namun saat ini hanya satu dua orang,” terangnya.

Menurutnya, animo masyarakat untuk membeli perlengkapan sekolah ataupun seragam sekolah berkurang. Karena sistem pembelajaran siswa selama pandemi Covid-19 dilakukan secara daring dan memasuki tahun ajaran baru belum dipastikan kapan sekolah dibuka secara normal.

“Harga seragam sekolah tidak berubah untuk sekolah dasar Rp 100.000 per pasang, sekolah menengah pertama Rp 120.000 per pasang, dan sekolah menengah atas Rp 130.000 hingga Rp 150.000 per pasang. Namun pembeli belum begitu antusias karena yang diutamakan ya anak yang baru masuk sekolah dasar,” tuturnya.

Hal serupa juga dikatakan Anis, salah seorang pedagang perlengkapan sekolah yang ada di Pasar Badak Pandeglang. Ia mengatakan, belum terlihatnya lonjakan pembeli perlengkapan alat tulis di tokonya.

“Belum ada lonjakan pembeli, stok buku tulis juga masih banyak biasanya masyarakat sudah bersiap kalau tahun ajaran baru mulai, tetapi ini belum banyak yang membeli,” kata Anis.

Ia menuturkan, selama pandemi Covid-19, antusiasme masyarakat untuk membeli perlengkapan sekolah tidak seramai tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kalau anak sekolah mau masuk masyarakat sudah banyak yang antre membeli buku tulis, tas, ataupun alat tulis, tapi sekarang belum banyak yang datang,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here