SERANG – Saat ini kondisi cuaca di Indonesia khususnya Banten dan sejumlah negara di Asia tengah mengalami cuaca panas. Bahkan, di Indonesia, suhu maksimum harian tercatat mencapai 37,2 derajat Celcius di Stasiun Pengamatan BMKG di Ciputat pada beberapa waktu lalu. Meskipun secara umum suhu tertinggi yang tercatat di beberapa lokasi berada pada kisaran 34 derajat Celcius sampai 36 derajat Celcius.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, dengan kondisi ekstrem panas yang luar biasa, banyak masyarakat yang menderita radang tenggorokan, flu, dan batuk.

“Oleh karenanya masyarakat disarankan untuk banyak minum air putih, mengkonsumsi gizi seimbang, serta berprilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Ati.

Selain itu, ia mengatakan, agar tidak terjadi iritasi pada kulit seperti alergi/dermatitis dan agar kulit terlindungi dari sinar matahari UV B maka sebaiknya kulit mendapat sun screen dengan Spf 30 sampai 50. Pemilihan kadar Spf bergantung kepada jenis kulit.

Sebaiknya penggunaan sun screen dengan Spf dikonsultasikan ke dokter, apalagi jika penggunaan sun screen dengan Spf diatas 50,” tegas Ati.

Guna mengurangi dampak cuaca panas bagi masyarakat Banten, berikut ini adalah empat tips kurangi dampak cuaca panas dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten,

1. Minum air yang banyak jangan menunggu haus.

2. Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis.

3. Hindari kontak dengan sinar matahari langsung, gunakan topi atau payung.

4. Memakai baju yang berbahan ringan dan longgar serta hindari menggunakan baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas. (ADV)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here