Kekeringan, Tagana dan BSR Salurkan Bantuan Air Bersih Ke Ponpes Raudhatul Alfalah

0
8

Dampak kemarau panjang, mulai dirasakan di sejumlah daerah di Kabupaten Pandeglang. Seperti yang dialami Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Alfalah, Kampung Benger RT 001/004, Desa Patia, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Minggu (12/7/2026).

Diketahui, di Ponpes pimpinan Ustadz Aceng Supriadi ini, sudah sejak dua minggu lalu air sumur-nya hambar (anta). Sehingga, tak enak digunakan untuk minum dan kebutuhan lainnya.

Oleh karenanya, pihaknya mengajukan permohonan bantuan air bersih, dan dikirim oleh tim gabungan dari Dinsos Provinsi Banten, Dinsos Kabupaten Pandeglang, Tagana dan Boedak Saung Rescue (BSR).

Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Rahmat Baihaki menyatakan, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke Ponpes Raudhatul Alfalah di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.

“Kami mendapat permohonan atau laporan, terkait kondisi air sumur di Ponpes tersebut. Sehingga, kami merasa perlu menyalurkan air bersih ke sana,” kata Rahmat, Minggu (12/7/2026).

Pria yang akrab disapa Mamat ini juga menambahkan, air bersih itu untuk kebutuhan memasak, wudlu, dan kebutuhan lainnya yang akan digunakan para santri dan pihak Ponpes.

Disampaikannya, pihaknya akan siap membantu sesuai kemampuannya jika ada permohonan bantuan air bersih, di musim kemarau ini.

“Sudah kewajiban kami, membantu masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.

Sementara, Pembina Boedak Saung Rescue (BSR) Ade Mulyana menyatakan, pihaknya turut bergabung dengan rekan-rekan Taruna Siaga Bencana (Tagana), untuk merespon kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, musim kemarau memang kerap berdampak sulitnya masyarakat di beberapa titik di Pandeglang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Oleh karena itu, kami siagakan mobil tangki yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat,” pungkasnya.

Ia juga berharap, masyarakat tetap waspada dan beraktifitas seperti biasa. Jika mengalami kesulitan air bersih, diharapkan segera menghubunginya.

“Kita akan segera bergerak, semaksimal mungkin mengerahkan kemampuan yang ada,” imbuhnya.

Ditambahkannya, pihaknya belum mendapatkan laporan di daerah lain yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih. Namun, potensinya sangat banyak.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa daerah yang rentan terjadi krisis air bersih di musim kemarau, diantaranya, Kecamatan Patia, Sukaresmi, Angsana, Munjul, Sindangresmi, Bojong, Cigeulis, serta beberapa kecamatan lainnya.

“Setiap ada info atau laporan kekeringan, selalu kami koordinasikan atau laporkan ke Dinsos Provinsi Banten, Dinsos Kabupaten Pandeglang, Ketua Tagana Pandeglang, Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung, BPBDPK Kabupaten Pandeglang, serta para pihak terkait lainnya.