Keren, Satu Bulan Terakhir Polres Pandeglang Ringkus 21 Tersangka

0
169

DALAM kurun waktu satu bulan terakhir, Polres Pandeglang berhasil meringkus 21 tersangka penyalahgunaan narkotika dan kasus tindak pidana asusila atau pencabulan. Para tersangka terdiri dari 15 tersangka kasus penyalahgunaan narkotika.

Dalam kasus penyalahgunaan narkotika, Polres Pandeglang berhasil mengamankan barang bukti 78,01 gram sabu, 348 pil hexymer, 409 pil tramadol, dan 534 pil trihexyphenidyl. Sedangkan dalam kasus pencabulan, barang bukti yang diamankan berupa: pakaian korban, bulu perindu serta beberapa media pemikat lainnya.

Kapolres Pandeglang, AKBP Sofwan Hermanto mengatakan, selama satu bulan pihaknya menangkap 21 tersangka dari 15 perkara narkoba dan tindak pidana asusila.

“Pandeglang sebagai Kota Santri harus dijaga dari tindakan yang melawan moralitas. Maka dari itu kita maksimalkan dalam mengungkap kasus yang melawan hukum,” ujar AKBP Sofwan Hermanto, saat melakukan konfrensi pers di Mapolres Pandeglang, Kamis (30/01/2020) siang.

Menurutnya, meskipun pada awal tahun sudah ada berbagai kasus diungkap, namun dirinya tidak bisa mengatakan apakah ada peningkatan atau penurunan tindak pidana di wilayah hukumnya.

“Bisa juga dimungkinkan ada peningkatan, bisa juga mencari korban lain. Karena ini kan yang kita amankan itu pengedar,” katanya.

Kata dia, 15 tersangka penyalahgunaan narkotika terjerat pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancama 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 10 miliar.

Di tempat yang sama, Ketua MUI Kabupaten Pandeglang, Tb. Hamdi Maani mengaku, prihatin karena Pandeglang sudah dikotori oleh oknum yang ingin menjatuhkan nama baik Pandeglang. Tetapi pihaknya mengapresiasi dengan terungkapnya kasus ini.

“Dengan tertangkapnya ini menjadikan bahwa kita selaku warga Pandeglang harus selalu berhati-hati. Kita harus bekerja sama dengan aparatur Pemkab Pandeglang supaya menciptakan situasi yang kondusif, aman dari berbagai tindakan hal-hal kriminal dan juga penggunaan obat-obat terlarang,” katanya.

Asda III Setda Pandeglang, Kurnia Satriawan mengatakan, pihaknya berupaya agar dari keluarga supaya tidak terlibat dalam pergaulan yang tidak baik.

“Pemerintah daerah melalui P2TP2A sebagai pusat pelayanan terpadu perempuan dan anak, bersama RPM itu melakukan kegiatan trauma healing. Kemudian support terhadap mental dan psikologis, termasuk juga pemeriksaan pemeriksaan kesehatan,” tuturnya.

Saat ditanya penanganan dari pemerintah daerah, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada lembaga pendidikan agar anak tidak menjadi korban penggunaan obat terlarang dan tindakan asusila.

“Adapun langkah pencegahannya yaitu bersama-sama dengan pusat pelayanan tadi, kita juga tidak hentinya bersama RPM ke sekolah-sekolah. Karena upaya pencegahan ini bukan hanya dilakukan oleh Polres, jadi harus bersama-sama,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here