Pagelaran Wayang dijadikan sebagai wisata budaya

21
143

Pertama di Kabupaten Pandeglang pagelaran spektakuler kolaborasi Wayang Ajen (Golek) dengan Wayang Kulit, Sabtu (6/5) di Pantai Karangsari Carita, menampilkan ki dalang wayang ajen Wawan Gunawan dan ki dalang Rusdi (Wayang Kulit), dengan lakon Palagan di Alengka.

Deputi Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kemenpar, Dra. Esthy Reko Astuti mengatakan, pagelaran wayang ini merupakan sebagai ajang melestarikan Budaya Indonesia, dan menjadikan wayang sebagai wisata budaya.

“Kita harus punya komitmen yang serius untuk terus memajukan pariwisata di Indonesia khususnya Pandeglang, kita bangun komitmen bersama mulai dari pemerintah, masyarakat, dan swasta,” katanya
.
Lakon yang akan dibawakan dalam pegelaran wayang saat ini, kata Esthy Reko Astuti, menceritakan semangat dan spirit untuk terus bekerja dalam membangun suatu daerah.

“Kisah ini sama hal nya dengan apa yang di programkan Bapak Presiden Jokowi, yaitu mengajak kita semua untuk terus bekerja,” ungkapnya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, ucapan terimakasih kepada pihak Kementerian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi yang mensukseskan terlaksananya acara ini, karena kegiatan ini dapat memberi manfaat besar di dunia pariwisata di pandeglang.

“Dilaksanakannya kegiatan ini, bisa memajukan pariwisata pandeglang, dan pagelaran wayang itu, masih dirasakan sampai saat ini, walapun sekarang sudah berada dalam kemajuan teknologi dan informasi,” katanya.

Lebih lanjut, Irna Narulita menyampaikan, pagelaran wayang mengajarkan pesan moral dan budi pekerti yang tinggi.

“Melalui alur ceritanya, pagelaran wayang dapat memberi pelajaran untuk kita menyaring pengaruh budaya asing, dan selain itu, kita akan lebih mencintai budaya tanah air bangsa Indonesia,” jelasnya.(den)