Pasca Longsor Belum Diperbaiki, POSPERA : Gubernur Banten Jangan Tebang Pilih

0
72

RUAS jalan Picung -Munjul, tepatnya dikampung Cibeureum, Desa Sukasaba, kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang-Banten, membuat pengendara yang melewati jalan tersebut harus extra hati-hati apa lagi di malam hari, karena dilokasi tersebut, jalan rusak ditambah tidak ada penerangan jalan umum (PJU), khawatir terperosok ke jurang.

Seperti yang disampaikan Sadar (40), warga Kampung Cibeureum, Desa Sukasaba, Kecamatan Munjul, yang rumahnya tidak jauh dari lokasi jalan yang longsor, saat ditemui di lokasi, dirinya mengatakan, saat menjadi tenaga sukarelawan pengatur jalur kendaraan, bahwa lokasi jalan longsor ini sudah lama terjadi, tetapi sampai sekarang belum ada perhatian dari Pemerintah.

Bahkan menurutnya, di jalan yang longsor ini sering terjadi kecelakaan, setiap Minggunya sering terjadi, baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

“Belum lama ini terjadi kecelakaan, pengendara kendaraan roda dua dihantam mobil dam truk, sampai kepalanya bocor, orang Jakarta punya istri di Kecamatan Cikeusik,” tuturnya, pada Selasa (18/07/2023).

“Terjadinya kecelakaan akibat jalan sempit, dan kendaraan yang berlawanan tidak mengalah, sedangkan kita sama teman-teman tidak tiap hari nongkrong disini untuk memberikan bantuan jalur,” tambahnya.

M. Agus, tokoh masyarakat Cibeureum, Desa sukasaba, Kecamatan Munjul, saat ditemui dikediamannya, membenarkan kalau ruas jalan Picung-Munjul tepatnya di kampung Cibeureum ini kerap terjadi kecelakaan.

“Bahkan bukan hanya saja terjadi sekali, penyebab kecelakaan akibat jalan sempit ditambah jalan tidak lurus, membuat pengguna jalan yang masih baru tidak tahu ada longsor karena tidak ada rambu-rambu,” katanya.

“Bukan hanya saja terjadi kecelakaan, melainkan sering terjadinya keributan antar pengguna jalan, akibat tidak mau mengalah,” terangnya.

Dirinya merasa kepada Pemerintah Provinsi Banten, yang dinilai tidak begitu prihatin tentang ruas jalan yang rusak akibat longsor, seakan dibiarkan rusak.

“Yang menjadi lebih heran kenapa ruas jalan Picung- Munjul walaupun dilakukan penanganan pembagunan, setiap tahunnya selalu longsor ,apakah tehnik kegiatannya yang kurang profesional, apakah ada hal yang lain, itu saya tidak tahu, yang tahu adalah Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( DPUPR) Provinsi Banten,” tegasnya.

“Selain menghawatirkan, kondisi longsor dan arus jalan kecil, dilokasi juga tidak ada penerangan Jalan Umum (PJU), dan hanya diterangi sinar cahaya listrik dari rumah warga setempat, misalnya dari rumah saya ini yang jaraknya hanya 15 meter,” imbuhnya.

Dirinya berharap kepada Gubernur Banten, agar segera dilakukan pembangunan atau perbaikan Ruas jalan Picung-Munjul, tepatnya di kampung Cibeureum, desa Sukasaba, Kecamatan Munjul, dan diharapkan penanganan pembangunan secara permanen, agar tidak terjadi longsor setiap tahunnya.

Raden Deden Hertandi, Dewan Penasehat POSPERA (Posko Perjuangan Rakyat) Kabupaten Pandeglang mengatakan, bahwa longsornya ruas jalan Picung-Munjul, Gubernur Banten melalui DPUPR Banten, Harus melakukan tindakan cepat, Jangan membiarkan terkesan tidak ada kepedulian pada masyarkat Selatan.

“Apalagi ruas jalan tersebut adalah jalan provinsi Banten, yang kondisinya jalan hidup, perlu penanganan serius, guna mencegah sering terjadinya kecelakaan, belum lagi minimnya penerangan, juga masyarakat sekitar kekhawatiran, akibat kecelakaan dan keributan pengguna jalan,” tandasnya.

Deden berharap kepada Gubernur Banten, agar segera menangani ruas jalan tersebut melalui DPUPR Provinsi Banten, karena ruas jalan tersebut masuk penanganan Pemerintah Provinsi Banten.

“Selaku Gubernur jangan tebang pilih pembangunan, karena masyarakat selatan (Munjul, red), juga masyarakat Banten, bahkan ruas jalan Picung-Munjul ini, penggunanya bukan semata-mata masyarakat Munjul melainkan masyarakat luas,” tegasnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here