Pegiat Wisata Carita Tolak Plang Rawan Tsunami

0
631

KOMUNITAS Peduli Pariwisata Carita (KPPC) menolak adanya plang bertuliskan “Di Sini Rawan Tsunami” yang terletak di Kawasan Wisata Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Penolakan tersebut atas dasar bahwa pemasangan plang yang dinilai mematikan perekonomian masyarakat, karena saat ini daerah Carita masih dalam tahap pemulihan perekonomian pascatsunami.

Ketua KPPC, Franky Supriadi mengatakan, pihaknya menolak keras dengan adanya plang tersebut. Karena di dalam tulisan yang menyebutkan bahwa di sini rawan tsunami seolah menakuti pengunjung.

“Sudah mah pascatsunami, malah dipasang plang bertuliskan anda berada di kawasan rawan tsunami, nanti pengunjung kabur. Sepertinya pemerintah sudah tidak kasihan lagi dengan masyarakat Carita, waduh super sekali tidak masuk akal,” kata Franky, Senin (27/01/2020).
Ia mengatakan, pemasangan plang tersebut sangatlah tidak relevan dengan kondisi saat ini. Bukan hanya itu, dia menilai plang tersebut seolah daerah tersebut betul-betul rawan tsunami.

“Intinya pelaku dan pegiat pariwisata KPPC menolak keras terhadap plang tersebut. Karena isinya itu kita oke, tapi judulnya yang membuat kita tidak oke, substansi judulnya seakan-akan Carita itu rawan tsunami,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya plang tersebut menimbulkan stigma yang negatif. Selain itu, yang dikhawatirkan membuat pariwisata Pandeglang kembali terpuruk akibat plang tersebut.

“Bagaimana kan masyarakat itu berfikir yang lain-lain dalam mengharfiahkannya, sudah mah kita terpuruk pascatsunami, ditambah plang. Orang akan men-share ke mana-mana, kan ini luar biasalah. Intinya bantu Carita untuk kembali bangkit,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Pandeglang, Surya Darmawan mengelak, memasang plang tersebut. Sebab pihaknya memberikan kepercayaan kepada pihak ketiga. “Yang pasang pihak ketiga, tidak konfirmasi lokasi pemasangan dahulu kepada BPBD,” bantahnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here