Tasya Aulia, Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Oleh: Tasya Aulia

Penyebaran virus corona di Indonesia terus mengalami peningkatan, tentunya ini menjadi kekhawatiran yang cukup berat. Kepemimpinan dan Komunikasi di Masa Krisis Covid-19 sangat diperlukan dan dikuasai oleh seseorang yang berperan penting dalam pemerintahan di Indonesia.Penyebaran penyakit Covid-19 yang begitu cepat telah membuat seluruh negara bergerak sedemikian rupa untuk menangani masalah ini.

Tak hanya itu, pandemi corona juga mengakibatkan perubahan sejumlah aktivitas bisnis ataupun transportasi. Akibatnya, pemerintah menerapkan syarat dan ketentuan dari kegiatan transportasi guna menekan dan mencegah penyebaran virus corona.

Ketika situasi krisis diumumkan, pastilah akan berdampak pada melebarnya kepanikan. Di sinilah pentingnya seorang pemimpin dan komunikasi yang harus dibangun untuk menghadapi krisis yang menghantam. Banyak taktik public relations konvensional yang diterima, krisis yang dihadapi PR harus strategis, memiliki fokus simetris dua arah, memiliki wewenang untuk bertindak cepat serta praktisi PR senior harus menjadi anggota koalisi dominan dan melapor langsung kepada chief executive officer.

Kepemimpinan disini adalah tentang mengatasi perubahan, menetapkan arah, menyelaraskan orang, memotivasi dan menginspirasi-menjaga orang untuk bergerak ke arah yang benar, Kepemimpinan adalah tentang antisipasi, visi, fleksibilitas dan pemberdayaan (Byrd, 1987). Oleh karena itu kepemimpinan disini bertujuan untuk memberikan visi dan arah selama waktu perubahan dan ketidakpastian. komunikasi yang dibangun  yaitu sebagai berikut:

Pemimpin dan Komunikasi 

Komunikasi yang dilakukan dengan baik dan dilaksanakan dengan benar, terintegrasi ke dalam setiap tahap krisis dan tanggap darurat, dapat membantu mengurangi hal yang ditakutkan yaitu penderitaan dan kematian.Mampu berkomunikasi secara efektif adalah bagian yang penting dari pekerjaan setiap pemimpin. Jadi penting untuk tidak membuat asumsi tentang apa yang orang tahu, atau pikirkan, atau ingin lakukan terkait risiko yang mengancam kesehatan dan keselamatan. Berkolaborasi dengan sukarelawan, komunitas kelompok agama bahkan remaja adalah audiens yang penting, jadi pastikan untuk mendengarkan para pemimpin mereka. Memiliki kontak akan sangat membantu jika perlu jaringan komunikasi mereka.

Kekhawatiran publik harus selalu diatasi saat mengembangkan tujuan komunikasi dan pesan utama. Beberapa tujuan komunikasi selama krisis, misalnya, memastikan bahwa masyarakat memiliki cukup makanan, air, dan perawatan medis, mencegah kepanikan publik ketika ada kematian yang tinggi, membuat beberapa pesan penting berulang-ulang misalnya jaga jarak, sering mencuci tangan, orang yang sakit harus tinggal di rumah dan tidak pergi ke kantor atau sekolah. Sebagai pemimpin yang menghadapi krisis, tujuan komunikasi terpenting

Jadi ketika berkomunikasi dengan publik selama krisis, harus selalu bertujuan untuk menjadi akurat, kredibel, bersedia dan mampu memperbaiki misinformasi dan menghilangkan rumor, konsisten, relevan, sering, siap untuk merespons, tepat waktu (berarti dijadwalkan secara teratur).

Menyampaikan Pesan Utama

Pesan disini mengartikulasikan informasi yang paling penting dan menyampaikan apa yang mendesak untuk diketahui atau dilakukan pada waktu tertentu. Membantu publik bergerak maju melalui krisis.komunikator harus tetap fokus pada pesan kunci dan menyatakan sejelas mungkin pada awal wawancara atau konferensi pers, tengah, dan akhir komunikasi.Kembali ke poinnya sesering mungkin. Pesan utamanya adalah bagaimana membantu mengurangi penyebaran influenza kepada orang lain dengan mengambil tindakan pencegahan.

Selama krisis, kejadian tak terduga dan tidak biasa, atau situasi yang tidak stabil dan berbahaya dapat membawa perubahan mendadak. Maka dari itu perlunya komunikasi dan informasi agar tidak ada rumor dan kesalahpahaman yang membuat masyarakat kepanikan.

Manajemen Krisis Pemerintah

Disini media memiliki peran penting sebagai penyambung segala kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran wabah, diperlukan manajemen krisis untuk mempersiapkan berbagai strategi dan taktik apa yang akan dilakukan untuk menangani situasi krisis Covid-19 ini. Prinsip pertama dalam manajemen krisis yaitu berorientasi pada keselamatan publik juga menerapkan strategi komunikasi krisis yang dirancang dengan: Mengurangi resiko muncul kepanikan publik, Melindungi perusahaan dari kritik-kritik spekulasi yang biasanya muncul dari diskursus publik dimedia massa. Sebagai masyarakat pun jangan sampai terpengaruh dengan hoax dan Pemerintah Indonesia membuat berbagai program untuk membantu kebutuhan masyarakat yang sedang mengalami krisis ekonomi.

Peran pemimpin dalam penanganan Covid-19 di Indonesia yang diambil Pemerintah saat ini adalah menghimbau kepada masyarakat untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah. Kebijakan tersebut diharapkan pemerintah untuk bisa mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain dan dianggap efektif untuk sementara waktu dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini.

Apabila mengalami gejala atau memenuhi ciri-ciri suspect segeralah periksa ke rumah sakit terdekat dan hindari bersosialisasi untuk sementara waktu,  jika sudah mengalami gejala atau sedang sakit untuk mencegah penularan.

*Mahasasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here