Reses di Bojonegara, Imam Ghozali Terima Banyak Keluhan Warga

0
72

WAKIL Ketua I DPRD Kabupaten Serang, Imam Ghozali menerima banyak keluhan dari warga saat melaksanakan reses di empat Desa di Kecamatan Bojonegara. Keempat lokasi yang dikunjungi Imam untuk bertemu konstituennya tersebut yakni Desa Pakuncen, Pangarengan, Ukirsari dan Mangkunegara Senin-Kamis (19-22/10/2020).

Seperti yang diungkapkan tokoh masyarakat Desa Pakuncen, Fathurohman. Ia mengeluhkan proyek galian C yang banyak beroperasi di wilayah Bojonegara sehingga kerusakan lingkungan di Kecamatan Bojonegara sangat masif terjadi.

“Apalagi musim kemarau, banyak debu Pak Dewan (Imam Ghozali, red). Saya khawatir ini akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan warga,” ungkapnya.

Selain itu, Fathurohman juga mengatakan, eksploitasi alam yang berlebihan juga mempengaruhi ketersediaan air bersih. Ia meminta agar dibuatkan sumur bor untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Pakuncen.

“Kebutuhan air bersih itu vital. Untuk itu kami mohon agar dibuatkan sumur bor,” ujarnya.

Aspirasi senada juga diungkapkan Tokoh Masyarakat Desa Ukirsari, Jasmidin. Selain pembangunan madrasah yang terbengkalai, ia meminta agar dibuatkan sumir bor untuk kebutuhan air bersih masyatakat.

“Sumur bor yang dibangun oleh perusahaan tidak cukup untuk mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat,” jelasnya.

Lain halnya dengan aspirasi dari warga Kampung Kentir Desa Pangarangan seperti yang diungkapkan Komarudin, tokoh pendidik di kampung tersebut. Ada tiga hal yang menjadi aspirasi warga yang disampaikan.

“Infrastruktur jalan, Perbaikan rumah tidak layak huni dan honor guru madrasah. Tiga hal itu yang kami minta perhatian lebih dari Pak Dewan,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi warga, anggota DPRD dari fraksi Gerindra tersebut mengerti keluhan tersebut karena juga tinggal di wilayah Bojonegara. Ia juga menjelaskan bahwa reses merupakan perintah resmi dari lembaga negara untuk menampung semua aspirasi dan keluhan dari masyarakat.

“Untuk itu, mumpung ada orang Bojonegara yang jadi dewan. Silahkan saya dimanfaatkan untuk menjadi jembatan aspirasi warga. Pasti saya bantu. Kantor dan rumah saya selalu terbuka 2 x 24 jam untuk bisa melayani warga,” kata Imam.

Ia menjelaskan bahwa kewenangan izin galian C berada di provinsi sehingga Pemerintah Kabupaten Serang tidak memiliki kewenangan untuk menutup pertambangan tersebut. Meski begitu, tersebut berjanji tetap menampung dan menyampaikan aspirasi warga tersebut.

“Kewenangan izinnya ada di provinsi sehingga Pemkab Serang tidak bisa menutupnya. Namun yang harus kita kawal yakni CSR nya harus sampai ke warga,” ungkap Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Serang tersebut.

Untuk pembangunan madrasah, pengadaan bor dan jalan lingkungan, ia meminta warga untuk membuat pengajuan berupa proposal. Ia yang bakal mengawal prosesnya agar proposal tersebut bisa segera ditindaklanjuti oleh dinas yang berwenang.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Fauzi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here