Terbengkalai, Ratusan Pedagang Keluhkan Proyek Drainase di Pasar Badak Pandeglang

0
250

200 pedagang di Pasar Badak Pandeglang dan sejumlah warga sekitar, mengkhawatirkan banjir saat musim hujan tiba. Pasalnya, Setelah dilakukan pelebaran saluran air di Pasar Badak Pandeglang beberapa minggu lalu, hingga kini belum ada penyelesaian terhadap pekerjaan tersebut. Sehingga, saluran air di dalam Pasar Badak Pandeglang tersebut dipenuhi oleh tumpukan sampah.

Salah seorang pedagang di Pasar Badak Pandeglang, Enjat menyampaikan, sudah hampir satu bulan sejak dibongkar dan dilakukan pengerukan, tidak ada lagi penyelesaian untuk menutup kembali saluran air tersebut. Hal itu membuatnya khawatir akan adanya banjir saat tibanya musim hujan.

“Saya mah takut banjir, soalnya setelah pengerukan drainase tersebut tidak ada lagi pekerja yang mengerjakannya. Padahal, dari papan proyek terlihat kalau pengerjaan drainase ini dimulai dari tanggal 2 Februari lalu. Namun sampai sekarang pekerjaannya seperti ini,” ungkapnya seraya menunjukan proyek drainase di Pasar Badak Pandeglang, Senin (14/2/2023).

Enjat juga mengatakan, selain dirinya, hampir semua pedagang dan warga yang berada di sekitar Pasar Badak Pandeglang merasakan kekhawatiran yang sama.

“Bukan saya aja pa yang mengeluh, pedagang yang lain juga, para warga sekitar pada bilang takut banjir. Emang pasti banjir kalau musim hujan, pasti sampai ke dalam lapak kami,” terangnya.

Salah seorang pedagang lain, Aceng mengatakan, jika musim hujan sudah tiba, banjir tidak akan terhalang lagi. Selain kekhawatiran akan adanya banjir, tumpukan sampah dan kondisi saluran yang tidak ditutup juga mengurangi keindahan di depan lapak tempatnya berjualan.

“Udah ada 15 hari lebih belum dibenerin lagi, jadi ngerusak pemandangan. Selain itu, lapak dagangan kami juga jadi sempit. Kalo nggak segera diperbaiki, tanahnya juga bisa terus longsor. Kami juga menanyakan hal ini ke UPT Pasar Badak, tapi mereka tidak mengetahui adanya pengerjaan proyek ini,” ujarnya.

Sementara, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pasar Badak Pandeglang, Darminto menjelaskan, jika pihaknya tidak mengetahui adanya proyek galian drainase didalam pasar tersebut.

“Kami benar-benar tidak mengetahui adanya proyek itu, malahan para pedagang sampai marah-marah kesini (UPT red), karena mereka mengeluhkan proyek tersebut,” singkatnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here