CILEGON, TUNTASMEDIA.COM – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Serang Raya bersama Universitas Banten Jaya berhasil melakukan intervensi teknologi melalui penerapan Portable Dryer Solar Dome untuk membantu peningkatan kapasitas dan kualitas produksi pada Industri Rumah Tangga (IRT) Dendeng by A Kitchen di Kota Cilegon.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat untuk mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan dan pengembangan usaha lokal.
Sebelumnya, produksi dendeng masih mengandalkan metode pengeringan tradisional dengan sinar matahari, yang membutuhkan waktu 3–4 hari per proses dan sangat bergantung pada cuaca. Akibatnya, kapasitas produksi hanya sekitar 30–40 kg per bulan dengan kualitas yang tidak konsisten.
Ketua tim, Mohamad Jihan Shofa, menjelaskan, melalui penerapan teknologi Portable Dryer Solar Dome, proses pengeringan dendeng kini hanya memakan waktu 2–3 jam dengan hasil yang lebih higienis, merata, dan efisien.
“Kapasitas produksi meningkat drastis hingga mencapai 7 kg per hari atau sekitar 210 kg per bulan—naik lebih dari 600% dibanding metode sebelumnya,” papar Jihan.
Dosen Teknik Industri tersebut juga mengatakan, program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah pada mutu produk, keberlanjutan usaha, dan kepercayaan konsumen.
“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan industri rumah tangga sekaligus memberdayakan perempuan di Kota Cilegon,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, serta mendukung program Asta Cita pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
“Program pengabdian masyarakat ini terlaksana berkat dukungan pendanaan dari DRTPM Kemendikti Ristek Tahun Anggaran 2025, dengan kontribusi aktif mitra usaha Dendeng by A Kitchen, mahasiswa, dan seluruh tim pelaksana,” kata Jihan.
Untuk diketahui, selain implementasi teknologi, kegiatan ini juga meliputi:
Sosialisasi dan pendampingan pembuatan alat (5 Mei 2025) melalui Focus Group Discussion bersama mitra.
Pelatihan penggunaan alat (12 September 2025) dengan praktek langsung pengoperasian.
Edukasi proses produk halal (12 September 2025) untuk meningkatkan pemahaman mitra dalam memenuhi standar halal yang menjadi kewajiban pemerintah sekaligus meningkatkan daya saing produk.(*)























