Panitia dan peserta berfoto bersama usai program mitigasi pengamanan dokumen

 

SEBAGAI wilayah rawan bencana, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten harus memiliki kemampuan mitigasi bencana lebih baik dibandingkan daerah-daerah lainnya. Mitigasi bencana tak hanya bagaimana menyelamatkan diri, namun juga menyelamatkan dokumen-dokumen penting agar tidak hancur saat bencana menerjang.

Atas dasar itulah, Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten mengadakan workshop “Pengamanan Dokumen dalam Upaya Mitigasi Bencana Alam di Wilayah Rawan Bencana” di Aula Kantor Desa Pamarayan Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang, Rabu 20 Juli 2022.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor 3 Unma Banten, Epi Hasan Rifa’i, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Nenden Suciyati Sartika, Kepala Desa Pamarayan Oman Abdurahman, serta masyarakat Desa Pamarayan.

Ketua LPPM Unma Banten, Nenden Suciyati Sartika menjelaskan, Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) merupakan Program dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tujuan program tersebut, kata Nenden, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan aparatur desa melalui workshop dan sosialisai tentang pengamanan dokumen, dalam upaya mitigasi bencana alam di wilayah rawan bencana Kabupaten Pandeglang.

“Dengan harapan meminimalisir dampak dari pasca bencana alam, sekaligus membentuk mental agar siap menghadapi bencana alam,” kata Dosen Matematika tersebut.

Dalam kegiatan workshop tersebut ada tiga hal yang ingin disampaikan panitia dan pembicara dalam workshop tersebut yaitu pertama memberikan pemahaman tentang upaya pengamanan dokumen di wilayah rawan bencana. Kedua memberikan pelatihan terkait pada pengamanan dokumen kepada masyarakat dan aparatur desa, ketiga menumbuhkan pemahaman kepada masayarakat dan apartur desa tentang pemanfaatan teknologi digital.

Selain itu, kegiatan tersebut juga mengundang tiga pembicara dari Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Aghy Gilar Pratama, Dedeh Jubaedah dan Sri Setiyowati.

Selain itu, kegiatan PKMS juga membuat buku saku tentang pengaman dokumen dalam upaya mitigasi bencana alam yang nantinya bisa digunakan untuk disosialisaikan kepada masyarakat dan aparatur desa di desa mitra PKMS. Dalam buku tersebut dijelaskan langkah-langkah pengamanan dokumen menggunakan telefon genggam.

“Dengan dirancangnya buku saku tersebut, masyarakat mudah dalam mitigasi pengamanan dokumen,” Nenden mengakhiri.

Sementara itu Wakil Rektor 3 Unma Banten, Epi Hasan Rifa’i mengucapkan terimakasih kepada tim dari UNMA yang sudah bekerja keras sehingga kegiatan tersebut bisa terlaksana dengan baik. Ia berharap masyarakat di desa mitra mendapat pengetahuan baru terkait dengan pengamanan dokumen sebagai salah satu mitigasi bencana.

“Semoga pengetahuan tersebut dapat diterapkan di rumah masing-masing,” tandasnya.

Redaktur: Dendi S

Reporter: Rizal Fauzi