Warga Madura Bagikan 3.000 Paket Sembako untuk Warga Pandeglang

0
162

IKATAN Keluarga Besar Madura (IKAMA) Provinsi Banten memberikan bantuan berupa paket sembako kepada warga Kampung Kadugajah RW 08, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Minggu (26/04/2020).

Ketua IKAMA Provinsi Banten, Abdul Hanan Busmar mengatakan, bantuan yang diberikan sebanyak 3000 paket sembako yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang. Ia berharap bantuan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya di Kampung Kadugajah dapat meringankan perekonomian warga yang terdapak akibat pandemi Covid-19.

“Tujuan pemberian sembako ini juga bertujuan untuk meringankan beban yang orang-orang terdampak Covid-19. Mudah-mudahan bantuan sedikit dari kami ini bermanfaat bagi warga khususnya di RW 08 kampung Kadugajah, dan mudah-mudahan sembako ini bisa dibagikan secara merata dan tepat pada sasaran,” kata Abdul.

Ketua RW 09 Kampung Kadugajah, Utom Bustomi mengatakan, atas nama masyarakat RW 9 Kampung Kadugajah mengucapkan terima kasih kepada IKAMA Banten yang telah memberikan bantuan sembako kepada warganya.
“Kami juga atas nama keluarga besar warga masyarakat Kampung Kadugajah, mudah-mudahan bantuan sembako ini bisa dimanfaatkan kepada warga warga masyarakat kami yang ada di Kadugajah,” terangnya.

Menurut Utom, dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini masyarakatnya banyak yang kekurangan dalam hal bahan pokok dan akibat perekonomian Indonesia tidak berjalan banyaknya pengangguran di Kampung Kadugajah tersebut.

“Karena kondisi sekarang perekonomian Indonesia tidak menetap karena banyak pengangguran di masyarakat kami karena dampaknya Covid-19. Mudah-mudahan virus Covid-19 ini cepat berakhir karena jangan sampai terlalu banyak merugikan masyarakat atau rakyat Indonesia umumnya khususnya warga masyarakat di RW 08 Kampung Kadugajah,” tuturnya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kabupaten Pandeglang, Komisi VI Dodi Setiawan mengatakan, sudah mendorong Pemkab Pandeglang untuk segera melakukan penanganan Covid-19. Karena bukan hanya apek kesehatan yang harus diperhatikan, namun yang lebih penting menurutnya adalah aspek kesejahteraan dan sosial.

“Saya ucapkan terima kasih semoga ini menjadi daya dorong para dermawan yang lainnya agar mereka tergerak hatinya untuk membantu kesulitan ekonomi warga yang selama ini dialami akibat Covid-19,” kata Dodi.

Ia menuturkan, pandemi Covid-19 ini tidak hanya menyasar kalangan menengah atas yang terdampak akan tetapi yang lebih terpukul lagi adalah menengah ke bawah. Ia berharap masyarakat yang ekonominya lebih dapat ikut serta untuk membantu meringankan beban masyarakat saat ini.

“Upaya apa yang dilakukan oleh warga terutama yang memiliki kemampuan lebih seperti pagi Gusmar dan kita semua agar menjadi jaring pengaman sosial jangan sampai hanya berharap kepada pemerintah karena sudah kita ketahui bersama bahwa anggaran Pemda Kabupaten Pandeglang ini sangat-sangat sedikit sekali,” tuturnya.

Dari data kemiskinan yang ada di Dinas Sosial sebelum adanya Covid-19, ada sebanyak 144.000 warga miskin yang ada di Kabupaten Pandeglang. Dodi Setiawan memprediksi, setelah Covid-19 angka kemiskinan di Pandeglang akan melonjak tinggi, sehingga jika permasalahan penanganan ekonomi saat ini tidak diatasi. Dirinya menghawatirkan akan terjadi efek kepada permasalahan sosial seperti timbulnya kriminalitas dan sebagainya.

“Kesigapan pemda dalam hal ini terkait dengan kecukupan dalam rangka memenuhi kebutuhan sembako masyarakat akibat perekonomian yang melemah ini sangat diharapkan. Jika tidak diatasi, dikhawatirkan akan terjadi efek permasalahan sosial,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here