Trah JB Perbaiki Jalan Rusak di Pandeglang, Warga: Ini Bukti Bukan Lagi Janji

0
13915

RUAS jalan Ciekek-Kadomas yang sebelumnya ditanami pohon pisang hingga pemasangan spanduk bertuliskan Selamat Datang Di Kota Wisata Jalan Rusak, oleh warga akibat kondisinya yang terbilang sangat lama rusak, kini diperbaiki oleh bakal calon wakil Bupati Pandeglang, Diana Jayabaya.

Meski saat ini statusnya sebagai bakal calon wakil bupati, namun Diana mengklaim bahwa pembangunan yang menggunakan uang pribadinya tersebut murni dilakukan sebagai bentuk keprihatinannya terhadap sesama warga Pandeglang, tanpa ada kaitannya dengan politik.

“Inisiatif saya dan keluarga. Saya juga liat sempat viral karena ditanam pohon pisang, cukup lama tanpa penanganan. Jadi sebagai warga Pandeglang saya cukup terenyuh,” kata Diana ditemui di lokasi perbaikan jalan.

Ruas jalan Ciekek-Kadomas sendiri diketahui memiliki panjang total sekitar 1,5 kilometer dan berstatus jalan kabupaten. Sementara, ada sekitar 600 meter yang dalam kondisi rusak parah.

Tahap awal pembangunan itu sendiri, kata Diana, pihaknya terlebih dahulu melakukan pengerasan menggunakan batu split. Kemudian, akan dilanjutkan dengan hotmix.

“Hotmix pun ya gak sempurna banget lah, tapi insyaallah ini sangat membantu. Kita kan bukan pemerintah yang punya anggaran,” ungkapnya.

Diana menilai bahwa pembangunan spot jalan yang rusak tersebut sangat mungkin dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, dan Pemkab sedikitnya hanya perlu menyiapkan anggaran sebesar Rp 400 juta.

Terlebih, ucap dia, jalan tersebut bukan tanggung jawab dari pemerintah pusat apalagi pemerintah desa. Ia berharap kepada Pemkab Pandeglang untuk bisa lebih memperhatikan kondisi jalan rusak di tempat lain.

“Kalo jalan ini kan jelas jalan utama, dekat pusat pemerintahan. Sebetulnya Rp 400 juta aja cukup kok,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan salah satu warga Daud Yusuf, jalan Kadomas-Ciekek sendiri merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan jalan Raya Nasional AMD Lintas Timur dan jalan Provinsi Labuan-Pandeglang.

Karena lokasinya yang strategis, jalan tersebut sering dijadikan pilihan prioritas untuk dilalui oleh para pengendara, termasuk mobil besar. Namun, tiga kali berganti kepemimpinan, jalan tersebut terkesan dibiarkan.

“Apalagi kalo misalkan jalan kota atau Kadubanen di tutup, pasti lewat sini, kalau macet lebaran banyak juga yang lewat sini, jalan ini diperbaiki oleh seorang dermawan menggunakan uang pribadinya, yang mencalonkan diri menjadi calon wakil Bupati Pandeglang, menurut saya ini bukti bukan lagi janji dari keseriusan seorang calon pemimpin,” kata Daud, Minggu (14/07/2024).

Daud mengaku bahwa dirinya dan warga lain beberapa kali beraudiensi dengan pihak berwenang, yakni Dinas PUPR Pandeglang. Namun, menurut keterangan Daud yang ia dapat dari Dinas PUPR, jalan tersebut tidak masuk ke dalam skala prioritas meski berstatus jalan kabupaten, karena jalan yang akan dibangun ialah jalan yang biasa digunakan untuk distribusi pertanian dan jalan dengan mayoritas warga miskin untuk program pengentasan stunting.

“Sebelumnya memang pernah dibangun, tapi ya harus protes dulu. Sama seperti sekarang, kami tanam pohon pisang dan bentangkan spanduk. Dibangun pun putus nyambung,” tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Asep Rahmat mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi, adanya masyarakat yang peduli memperbaiki kondisi jalan yang rusak.

“Saya apresiasi ya, ini bentuk kepedulian masyarakat rasa ingin memiliki jalan bagus dengan cara memperbaikinya, kita terus berupaya menuntaskan jalan rusak di Pandeglang, namun anggaran kita terbatas, sehingga masyarakat dapat bersabar,” singkatnya.

Redaktur : Fauzi