MPLS 2026, Tagana dan Boedak Saung Edukasi Mitigasi Bencana pada Siswa di Pandeglang

0
13

Memanfaatkan momentum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Tahun Pelajaran 2026/2027 kali ini. Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Pandeglang bersama komunitas Boedak Saung, berkolaborasi memberikan edukasi kebencanaan kepada para pelajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK.

Dimana kali ini, Tagana dan Boedak Saung melakukan kegiatan edukasi kebencanaannya di SMA Negeri 3 Pandeglang, yang melibatkan puluhan siswa yang baru masuk, untuk lebih mengenal jenis-jenis bencana dan tentang cara memitigasi, maupun teknik penyelamatan diri.

“Dalam kegiatan ini, para siswa kita kenalkan dengan berbagai potensi bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Pandeglang, seperti gempa bumi, tsunami, angin kencang, tanah longsor, kebakaran, maupun banjir. Disamping pengenalan, kita juga melakukan berbagai simulasi pra, saat dan pasca bencana itu,” jelas Rahmat, selaku Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Jumat 17 Juli 2026.

Dikatakannya juga, edukasi kebencanaan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa, sehingga mampu mengenali risiko bencana, serta mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri apabila terjadi keadaan darurat.

“Kegiatan edukasi kebencanaan pada saat MPLS ini, bisa menjadi langkah awal dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Sehingga mereka bisa lebih siap, tidak panik dan mengetahui apa yang harus dilakukan, ketika menghadapi bencana,” tegasnya.

Senada, Ketua Bidang Sosial dan Budaya, yang juga Koordinator Boedak Saung Rescue, Ade Mulyana mengatakan, bahwa kolaborasi antara Tagana Kabupaten Pandeglang dan Boedak Saung akan terus dilakukan secara berkelanjutan di sejumlah sekolah.

“Kami terus bersinergi dengan Tagana untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada pelajar di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. Edukasi sejak dini sangat penting agar terbentuk generasi yang tangguh menghadapi bencana,” akunya.

“Program edukasi ini juga mendapat dukungan dari Dinas Sosial Provinsi Banten serta Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mitigasi bencana,” sambungnya.

Sementara Kepala SMA Negeri 3 Pandeglang Hj. Aan Qanaah mengharapkan, melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai jenis-jenis bencana, tetapi juga dibekali pengetahuan dasar tentang upaya pencegahan, mitigasi, dan penyelamatan diri, sehingga dapat menjadi agen kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

“Selain ucapan terima kasih kami atas bantuan dan pembelajaran dari kawan-kawan Tagana dan Boedak Saung, mengenai kebencanaan dan mitigasi bencana ini, kami juga berharap ini bisa menjadi pegangan bagi siswa, agar bisa siap siaga terhadap berbagai kemungkinan bencana kedepannya,” ucapnya singkat. (*)