SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya menyiapkan lulusannya agar menjadi anak muda yang siap kerja dengan keahlian di jurusannya masing-masing. Namun lulusan SMK juga disiapkan agar menjadi enterprenuer.

Hal itulah yang dilakukan SMK 11 Pandeglang. Meskipun berada jauh di tengah-tengah kampung di Kecamatan Mekarjaya Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, pengelola sekolah tersebut tidak ingin anak didiknya hanya menjadi pekerja semata namun juga memiliki jiwa enterpreneurship. Salah satunya dengan menyelenggarakan workshop “Saatnya yang Muda Berwirausaha” yang digelar Kamis (15/09/2022) kemarin.

Foto: Dokumen SMKN 11 Pandeglang

“Workshop ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Produk Kreatif dan Kewirausahaan (P3KK) SMKN 11 Pandeglang. Tujuan diadakannya acara workshop ini untuk membuka wawasan para siswa terhadap peluang-peluang kewirausahaan terutama pada era digital sekarang ini,” ungkap Engkos Kosasih, Ketua P3KK SMKN 11 Pandeglang, Jumat (16/09/2022).

Lebih lanjut Engkos menjelaskan, Workshop tersebut juga dimaksudkan sebagai ajang pendalaman dan bertukar pikiran terkait kendala-kendala yang ada pada kelompok wirausaha siswa di SMK negeri 11 pandeglang.

“Semoga program ini dapat mendorong kreativitas siswa dalam mengembangkan produk yang bernilai jual, meningkatkan jumlah siswa yang berwirausaha setelah lulus SMK, dan meningkatkan soft-skill lulusan SMK melalui pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan,” papar lelaki yang juga menjabat Wakil Kepala SMKN 11 Pandeglang tersebut.

Foto: Dokumen SMKN 11 Pandeglang

Senada diungkapkan Kepala SMKN 11 Pandeglang, Abdurohman. Ia berharap puluhan siswa yang ikut dalam workshop tersebut menjadi siswa-siswa yang tangguh untuk menghadapi masa depannya.

“SMK tujuan utamanya mencetak tenaga-tenaga kerja terampil yang siap pakai dan SMK Negeri 11 pandeglang terus berupaya meningkatkan kompetensi para siswa pada bidangnya masing-masing,” ujarnya.

Saat ini, sambungnya, SMK Negeri 11 Pandeglang memiliki tiga kompetensi keahlian yaitu teknik kendaraan ringan otomotif, teknik rekayasa perangkat lunak, dan teknik elektronika industri.

“Tetapi tidak hanya itu para siswa juga diharapkan memiliki jiwa dan keterampilan berwirausaha, sehingga bukan siap menjadi tenaga kerja terampil bahkan mampu menciptakan lapangan-lapangan kerja,” ujarnya.

“Memang membangun ekosistem kewirausahaan di sekolah tidaklah mudah. Tetapi sebagai bagian dari tugas dan tantangan saya sebagai kepala sekolah untuk terus berupaya secara maksimal mewujudkannya. Salah satunya dengan melalui program ini,” ia menegaskan.

Redaktur: Dendi S

Reporter: Rizal Fauzi

 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here