Berawal Dari Sebuah Hobi Memasak, Gadis Asal Pandeglang Raup Cuan Jutaan Rupiah

0
3044

BANYAK masyarakat yang mengisi waktu luangnya dengan sebuah hobi. Akan tetapi siapa yang bisa menyangka bahwa hobi yang ditekuni itu ternyata membuahkan rupiah.

Widi (18), wanita kelahiran Kampung Juhut Noval, Kelurahan Juhut, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandegalng, Banten, mengaku sudah hampir tiga tahun ia menekuni usaha kulinernya itu. Dengan berbuah kedai berukuran 3×4 meter itu ia jadikan sebagai salah satu sumber mata pencahariannya setiap hari.

Dari kedai itu ia menjual banyak berbagai varian makan yang memang sudah mengukuti khas dan tren anak muda zaman sekarang ini.

“Sudah hampir tiga tahun sih jualan makanan kedai ala cafe gitu. Di kedai Han Han Culinary banyak menunya kok. Dan sudah bisa dipesan secara online. Mulai dari telor gulung, banana nuget, dan roti kukus. Karena memang suka banget sama masak itu udah jadi hobi,” kata Widi, saat ditemui di kedainya, Jumat (06/11/2020).

Dari pantauan di lokasi, pembeli yang datang pun dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ia pun merasa senang, karena hobi memasaknya itu dapat meraup penghasilan.

“Ya Alhamdulillah dari berbagai kalangan, dan ini juga bermula dari hobi memasak sih,” singkatnya.

Bahkan, selama masa pandemi berlangsung pun tidak memabwa dampak terhadap usahanya. Karena pengahsilan yang didapat masih tetap saja stabil seperti hari-hari biasanya.

Selain itu, ia juga kerap merasa keteteran saat pelanggan yang datang ke kedainya itu membludak. Pasalnya, bukan saja pembeli yang datang secara langsung. Melainkan, lebih banyak yang memesan secara online melalui aplikasi.

“Tidak ada dampak sih meski pandemi juga. Kalau untuk penghasilan satu minggu bisa meraup keuntungan hampir Rp 1 juta. Kalau satu bulan penuh biasanya tidak kurang di Rp 2 juta itu keuntungannya. Untuk pembeli sih hampir sama saja mau yang datang langsung atau order via online juga tapi kebanyakan order melalui aplikasi,” terangnya.

Ia mengaku, dalam memasak makanan yang ia jual itu tidak mengikuti kursus secara khusus hanya belajar bersama keluarga saja. Tidak hanya itu, ia mengingatkan agar kaum muda yang seusia dengannya tidak perlu berfikir bagaimana mencari peluang pekerjaan. Melainkan, harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

“Ya mungkin, sekarang itu jangan berfikir bagaimana kita dapat kerja. Tapi, rubah semua itu dengan bagaimana caranya kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Kuncinya satu yaitu tekun dan ikhlas dalam menjalani apa yang kita kerjakan,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here