LEBAK, TUNTASMEDIA.COM — Sebuah pemandangan tak biasa mewarnai acara peluncuran buku Sulah Nyanda karya Risa Rahmawati di Amphiteater Guriang Indonesia, Warunggunung, Kabupaten Lebak, Jumat (31/7). Alih-alih dibuka oleh pejabat pemerintah atau tokoh akademisi, peresmian acara tersebut justru dilakukan oleh Encep (50), Ketua RT 006 Kampung Alun-alun.
Keputusan panitia untuk menunjuk seorang ketua RT menjadi simbol mendalam bahwa pengetahuan kebudayaan seharusnya tidak berjarak dengan masyarakat akar rumput. Encep mengaku sangat terharu dan merasa dihormati karena diberi kepercayaan tersebut di tengah hadirnya para tokoh penting, akademisi, hingga perwakilan kepolisian.
“Saya merasa terhormat bisa membuka peluncuran buku Ibu Risa. Biasanya kami hanya menjadi tamu undangan. Tetapi di kegiatan ini saya, sebagai rakyat kecil, merasa sangat dihargai. Padahal yang hadir banyak seniman, budayawan, unsur pemerintahan, bahkan Kapolsek Warunggunung,” kata Encep.
Peluncuran buku mengenai rumah tradisional masyarakat Baduy ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari seniman, budayawan, akademisi, hingga pejabat pemerintah daerah. Diskusi interaktif yang berlangsung membuktikan bahwa kebudayaan merupakan milik bersama, di mana masyarakat lokal ditempatkan sebagai pemilik utama dari warisan tradisi tersebut.
Redaktur: Rizal Fauzi
Reporter: Zied























