Jumat, Mei 15, 2026
KERBAU DALAM TRADISI BANTEN (Edisi 2) “Kerbau Purba” di Banten Girang (2) Dari sudut pandang etno-historis, boleh dibilang kerbau merupakan salah satu hewan terpenting dalam kebudayaan Nusantara. Perannya cukup penting dalam kehidupan masyarakat, sedini masa nirleka hingga Millenium Ketiga sekarang ini. Dalam berbagai penelitian arkeologi di Indonesia pernah ditemukan beberapa fragmen fosil yang mengindikasikan kerangka kerbau. Tercatat diantaranya berupa gigi, fragmen iga...
Kerbau Dalam Tradisi Banten (Edisi 1) Tak Sekadar Hewan Pekerja  Dalam khazanah kepustakaan ternak, kerbau dianggap memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan ternak besar lain.Tumbuh dan berkembang biak secara alami kekhususan hewan ini dapat dilihat dari banyak aspek, namun secara kasat mata setidaknya ada dua faktor yang mendasari keunggulan kerbau. Pertama dari segi fisik, kerbau mempunyai daya adaptasi alam yang tinggi. Sebagian ahli menyatakan...
Berangkat dari Krisis Politik BERMULA menempati puing ibukota Banten Girang di bagian hulu Cibanten, pusat kekuasaan politik Islam Jawa yang lebih dikenal dengan Surosowan, kemudian dipindahkan ke delta Cibanten sekitar 1526. Manuskrip Babad Banten memberi kita kesaksian singkat dengan mengisahkan kembali bagaimana kota Banten dibangun oleh Maulana Hasanuddin dan diperkokoh oleh penggantinya, Maulana Yusuf. Peristiwa itu demikian penting untuk dikenang, dan...
Idola Dr. Joko Munandar SETIAP buku ‘sejarah’ tentang Banten hampir tak pernah luput mengupas Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam khazanah kepustakaan Indonesia, Pangeran Surya atau lebih dikenal dengan nama Abdulfathi Abdul Fattah itu sering dipresentasikan sebagai protagonis Babad Banten sekaligus antagonis kisah heroik melawan kesewenangan VOC bersama Tuanta Salamaka Syekh Yusuf al-Mangkassari. Itu sebabnya, negara memberi penghargaan tertinggi kepada Sultan Ageng...
Rahasia Debus Banten (Edisi 1) Seni Kebal Tubuh SAMPAI saat ini masyarakat awam masih memandang debus sebagai pengetahuan “rahasia”. Kebanyakan dari mereka menerima begitu saja ketika debus dikategorikan sejenis seni pertunjukan tradisional. Perspektif publik ini tentu saja hanya semacam penyederhanaan konsep dari sesuatu yang tidak pernah dipahami secara keseluruhan. Benar bahwa sebagai karya seni, debus telah memiliki baku mutu, tetapi bukankah debus...
Menemukan Kembali Masa Keemasan Banten (Edisi 1) Banten Emporium Lada dan Beras Dalam ranah geopolitik Nusantara, Banten sebagai salah satu wilayah yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, telah mengukir era keemasan antara abad X dan XVII Masehi. Menurut berbagai sumber sejarah, wilayah paling barat Pulau Jawa yang dalam kepustakaan Eropa lebih dikenal dengan istilah Bantam, telah membentuk pilar-pilar peradaban...
Antara Banten Girang dan Pulosari ( Edisi 1) Mulai dari Karya Wangsakerta BERDIRINYA Provinsi Banten pada tahun 2000 sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Jawa Barat telah memberikan kegairahan baru bagi masyarakat Banten. Dalam upaya percepatan pembangunan daerah otonom baru ini, beberapa kelompok intelektual muda melakukan berbagai kegiatan riset untuk menemukan kembali identitas budaya. Sejalan dengan usaha itu, hasil-hasil penelitian arkeologi yang...

Berita Terkini