Curah Hujan Tinggi, Sepuluh Kecamatan di Pandeglang Terendam Banjir

0
74

HUJAN yang melanda Kabupaten Pandeglang hampir satu pekan mengakibatkan sepuluh kecamatan terendam banjir. Kesepuluh kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Munjul, Sobang, Cikeusik, Sukaresmi, Sindangresmi, Picung, Panimbang, Patia, Angsana, dan Kecamatan Cigeulis. Dari pantauan di Desa Ciherang, Kecamatan Picung, sebanyak 300 rumah terendam banjir, tidak hanya itu 900 hektare area persawahan juga ikut terendam.

Salah seorang warga yang rumahnya terendam banjir, Enok Atiah mengatakan, saat terjadinya banjir dirinya dan keluarga sedang terlelap tidur, mendengar warga berteriak banjir Ia langsung terbangun dan segera bergegas menyelamatkan cucunya.

“Pas kejadian saya sedang tidur, pas warga teriak ada banjir saya bangun. Dan menyelamatkan cucu dan anak saya, kalau harta Insyaallah bisa dicari lagi,” kata Enok, saat ditemui di Posko di Kantor Desa Ciherang, Senin (07/12/2020).

Ia menjelaskan, bahwa banjir akibat curah hujan yang tinggi dan luapan sungai cimoyan itu sudah terjadi sejak tiga jari yang lalu, akan tetapi tidak sampai masuk kedalam rumah. Saat ini, Ia pun terpaksa harus mengungsi di posko yang di sediakan oleh pihak Desa Ciherang.

“Kalau banjir sudah tiga hari yang lalu, tapi kalau banjir yang masuk ke rumah baru tadi pagi, sekarang saya mengungsi tidak tahu kondisi rumah dan isinya bagaimana,” terangnya.

Sekertaris Desa Ciherang, Heri mengatakan banjir yang terjadi di Desa Ciherang, Kecamatan Patia sudah berlangsung tiga hari yang lalu, akan tetapi curah hujan yang tinggi dan luapan sungai cimoyan mengakibatkan 300 rumah warga terendam banjir baru terjadi sejak pukul 05.00 WIB.

“Kalau banjir itu sudah berlangsung tiga hari, tapi kalau untuk air masuk kedalam rumah pukul 05.00 WIB,” kata Heri.

Ia menuturkan, bahwa saat ini Desa Ciherang sudah menyediakan posko untuk para korban yang rumahnya terendam banjir, adapun bagi warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing yang dekat dengan sungai cimoyan, Ia menghimbau agar segera mengungsi, hal itu dikarenakan curah hujan yang masih tinggi dan dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kita di sini menyediakan posko untuk warga yang rumahnya terdampak banjir, dan saya juga menghimbau agar warga yang rumahnya dekat dengan sungai cimoyan segera mengungsi, takut ada banjir lebih parah lagi,” pungkasnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here