Kantin kampus selalu menjadi tempat favorit untuk berkumpul, tidak hanya bagi mahasiswa saja, tetapi juga bagi civitas akademika yang ada di lingkungan kampus tersebut. Begitu halnya juga yang terjadi di kantin NKRI yang ada di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur.
Selain sebagai tempat untuk makan dan minum, area ini juga menjadi ruang untuk berkumpul, berbincang, hingga melepas penat setelah kelas atau saat ishoma.
Padatnya aktivitas yang ada dan terjadi di kantin NKRI menyebabkan kantin ini selalu penuh dengan orang dan menyebabkan pembuangan limbah cair terus terjadi pada jam buka kantin NKRI.
Limbah cair yang dihasilkan sendiri berasal dari proses pedagang yang memasak, mencuci, dan membuang sisa makanan pada sink atau langsung ke selokan. Jika tidak dikelola, limbah tersebut bisa menimbulkan bau tidak sedap, mencemari air, bahkan menjadi sumber penyakit di lingkungan sekitar.
Melihat kondisi ini, Mahasiswa KKN Berdampak Kelompok 4 beserta Dosen Pembimbing Lapangan mereka memiliki inisiatif untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di area belakang kantin NKRI UPN “Veteran” Jawa Timur.
Sebelum adanya IPAL, limbah dari kantin UPN “Veteran” Jawa Timur langsung dialirkan ke saluran pembuangan. Dampaknya, lingkungan sekitar sering tercemar, muncul genangan berbau menyengat, dan berpotensi menjadi tempat berkembangnya kuman maupun bakteri. Kondisi ini tentu merugikan mahasiswa, civitas akademika, maupun masyarakat di sekitar kampus terutama pedagang yang ada di kantin NKRI.
Sebelum memasang IPAL, mahasiswa KKN Berdampak Kelompok 4 telah melakukan penyuluhan kepada beberapa elemen yang ada di kantin seperti pedagang, civitas akademika, dan office boy terkait limbah cair serta peran dari kehadiran IPAL ini bila nanti sudah terpasang di kantin.
Kehadiran IPAL membawa perubahan besar pada pengelolaan limbah cair yang ada di kantin NKRI. Limbah cair kini diolah terlebih dahulu sebelum dibuang, sehingga aman bagi lingkungan. Limbah cair hasil pengolahan IPAL juga membuat suasana kampus menjadi lebih bersih, bebas bau, dan risiko penyebaran penyakit dapat ditekan. Selain itu, IPAL juga berperan menjaga kualitas tanah serta air tanah, sehingga manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga masyarakat sekitar terutama para pedagang yang berjualan di kantin NKRI.
Menariknya, air hasil olahan IPAL berpotensi dimanfaatkan kembali untuk keperluan non-konsumsi, seperti penyiraman taman dan fasilitas cuci tangan. Meski masih memerlukan observasi lebih lanjut, diharapkan manfaat ini dapat dirasakan secara berkelanjutan dan berdampak dalam keseharian elemen yang ada baik di lingkungan kantin maupun lingkup kampus.
Langkah ini menunjukkan komitmen UPN “Veteran” Jawa Timur beserta mahasiswa serta seluruh civitas akademika dalam mengelola limbah secara berkelanjutan. Dengan adanya IPAL, kampus tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berkontribusi nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Penulis : Diana Aqidatun Nisa, S.T., M.Ds.; Naufallah Tegar Bismaka Putra; Naura Nofia Andini; Muhammad Zulfikar A. J; Yudhistira rizky; Raven Anugrah D.























