Dari Kampus ke Dunia Kerja: Serunya Perjalanan Magang MBKM bagi Mahasiswa UPN Veteran Jatim

0
147

SURABAYA – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman kerja profesional di dunia nyata. Dua mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur mengikuti program magang selama empat bulan, dari Agustus hingga Desember, di proyek Pembangunan Gedung Kantor Biru HQ, dan memperoleh banyak ilmu serta pengalaman berharga.

Selama menjalani magang, keduanya terlibat dalam serangkaian kegiatan proyek di lapangan. Mereka melihat secara langsung bagaimana gambar kerja diterjemahkan menjadi pekerjaan konstruksi yang nyata. Pengalaman ini memberikan pemahaman mendalam tentang perbedaan antara perencanaan teknis dan kondisi faktual yang terjadi di lapangan, serta tantangan-tantangan yang muncul dalam proses pembangunan.

Selain itu, kedua mahasiswa tersebut juga ditugaskan di kantor lapangan, tempat mereka membantu pekerjaan administrasi dan pengelolaan dokumen proyek. Mereka mempelajari alur administrasi pekerjaan konstruksi, mulai dari pencatatan, pengarsipan hingga penyusunan dokumen pendukung kegiatan proyek. Pengalaman ini menjadi bekal penting untuk memahami bagaimana aspek administrasi berperan besar dalam kelancaran operasional proyek.

Lingkungan kerja di proyek Pembangunan Gedung Kantor Biru HQ menjadi salah satu faktor yang membuat pengalaman magang semakin berkesan. Seluruh staf di lokasi dikenal ramah, kompak, dan tidak menerapkan senioritas. Budaya saling membantu menjadikan suasana kerja terasa suportif dan nyaman, sehingga memudahkan kedua mahasiswa untuk beradaptasi dan belajar secara maksimal.

Melalui pengalaman empat bulan tersebut, kedua mahasiswa UPN Veteran Jatim merasakan langsung bagaimana dunia kerja beroperasi dan mendapatkan keterampilan yang tidak sepenuhnya bisa dipelajari di dalam kelas. Program MBKM kembali membuktikan perannya sebagai platform efektif bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi tuntutan profesional setelah lulus.

Penulis: Rais Pranaja Widyadana, Evan Aryasatya Pratama