Dedi Mulyadi Dituduh Selewengkan Dana Desa

0
390

ORMAS Konsolidasi Mahasiswa Indonesia (Komando) mempertanyakan, penggunaan Alokasi Dana Desa (DD) dan Dan Desa (DD) Tahun Anggaran 2016 di Desa Salap Raya, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Banten. Aktivis menduga Penjabat Sementara (Pjs) Kades Salap Raya, Dedi Mulyadi menyelewengkan dana tersebut.

Ketua Komando, Ade Mukhlas menduga, ada beberapa program yang diselewengkan oleh Dedi Mulyadi selamat menjabat Pjs Kades.

Beberapa program yang diselewengkan di antaranya, pembangunan gorong-gorong yang seharusnya tiga unit, namun hanya dibangun satu unit. Kemudian harusnya membangun Posyandu, tetapi hanya direhab.

“Yang lebih miris lagi ada honor Kaur Desa yang tidak direalisasikan, sehingga ini kami menduga Pjs Kepala Desa Salap Raya Tahun 2016 melakukan tindakan melawan hukum,” tega Ade, Kamis (03/08/2017).

Sementara mantan Pjs Kepala Desa Salap Raya, Dedi Mulyadi membantah tuduhan teralsebut. Ia merasa tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan para aktivis. Bahkan, semua program dan kegiatan tahun lalu sudah direalisasikan sesuai dengan pengajuan.

“Kalau tidak percaya silahkan cek saja ke lokasi. Kalau Mukhlas mengatasnamakan pemuda Desa Salap Raya, apakah dia anggota Karang Taruna Desa. Memang betul dia warga Desa Salap Raya, bahkan dia juga pernah mengirim pesan kepada saya, saya bilang silahkan datang ke Kantor Desa untuk audensi. Di mana letak penyalahgunaannya, intinya semua tuduhan mereka tidak benar,” paparnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Dendi