Diduga Lambat Ditangani Medis, Nyawa Pasien di RSU Pandeglang Tidak Tertolong

0
513

KELUARGA pasien mengeluhkan buruknya pelayanan RSU Berkah Pandeglang, Banten. Pasalnya, pasien Aning Ruyani (48) warga Kampung Cihaseum, Pandeglang, harus meregang nyama. Karena sejak masuk Instalasi Gawat Darurat, Minggu (20/05/2018) sekitar pukul 08.00 WIB hingga malam, pasien diduga tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari tim medis.

Encup Sukrana, keluarga pasien mengaku, sejak masuk adiknya tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari tim medis. Ia menceritakan, awalnya tiba di RSU Berkah pukul 08.00 WIB dan langsung mendaftar dengan membayar Rp 100.000. Selain itu medis memberikan resep dokter seharga Rp 400.000.

“Dari pagi sampai jam tiga sore pasien masih di IGD, belum juga dibawa ke ruangan. Padahal saya diarahkan untuk mendaftar terlebih dahulu, saya sempat menanyakan kepada perawat kapan adik saya masuk ruangan,” tegas Encup kepada Tuntas Media.

Setelah ngotot meminta ruangan, sambung Encup, akhirnya sore hari adiknya masuk ruangan. Namun meski sudah mendapat ruangan, tetapi tidak bisa diperiksa dokter.

“Saya diarahkan baiknya ke rumah sakit swasta atau ke klinik dr Agus saja. Di sini (RSU Berkah, red) dokternya ga ada, kekurangan tenaga medis,” ucapnya menirukan penyataan salah seorang petugas di IGD.

Ia merasa kesal, setelah mendapatkan saran seperti itu dari petugas medis. Harusnya jika mau dirujuk ke rumah sakit lain dilakukan dari awal. Namun karena terlambat mendapatkan perawatnya, sekitar pukul 20.30 WIB adiknya meninggal dunia.

“Adik saya dari jam 10 pagi sudah kritis. Saya sempat meminta bantuan petugas tetapi mereka tidak ada pas mereka (petugas, red) datang pun nyawa adik saya sudah tidak tertolong. Saya kecewa dengan pelayanan RSU Berkah,” pungkasnya.

Sementara, Dirut RSU Berkah Pandeglang, Firmansyah ketika dikonfirmasi tidak memberikan keterangan lebih lanjut kepada wartawan. Justru ia menanyakan nama dan umur pasien.

“Namanya siapa? Nanti saya cek dulu. Kalau engga salah keluarga Kang Encup tadi siang sudah masuk ruangan,” singkatnya.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : “Dase” Bahrul Ulum

Facebook Comments