Dinas Ketahanan Pangan Banten Promosikan Pangan Lokal

0
600
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten, Moh. Ali Fadillah saat mempromosikan makanan produk lokal Banten.

UPAYA penganekaragaman konsumsi di Banten belum menunjukkan hasil yang maksimal. Akibatnya, gizi kurang dan gizi berlebih masih menjadi salah satu masalah kesehatan di daerah ini. Karena itu diperlukan upaya percepatan tercapainya diversifikasi konsumsi pangan, untuk mewujudkan pola konsumsi pangan yang memenuhi kaidah gizi seimbang.

Hal itu mengemuka pada kegiatan promosi olahan pangan lokal bagi pelajar SLTA tingkat Provinsi Banten, yang digelar di SMKN 6 Kota Serang, Senin (28/8/2017). Acara ini dibuka langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Banten, Moh. Ali Fadillah dan menghadirkan pembicara chef Ranu dan Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Banten, M. Ansori.

M. Ansori dalam paparannya mengemukakan, diperlukan pendekatan diversifikasi konsumsi pangan agar prakarsa yang dilakukan bisa lebih terarah, terukur dan sistematis. “Karena pola konsumsi dan tidak beragamnya makanan, maka penyakit makin beragam. Penyakit tidak menular semakin meningkat, karena pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat,” paparnya.

Kata Ansori, untuk hidup sehat, aktif dan produktif, maka individu dan keluarga perlu pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). “Pangan B2SA ini disebut dengan makanan sehat. Makanan sehat diperlukan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” terangnya.

Dia juga menerangkan, ada empat pedoman gizi seimbang. Pedoman itu adalah, pertama mengkonsumsi aneka ragam pangan sesuai dengan kebutuhan gizi. Kedua membiasakan pola hidup bersih. Ketiga melakukan aktivitas fisik atau berolahraga dan terakhir memantau berat badan secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal.(Adv)

Facebook Comments