Ditinggal Sopir Tangki BBM, Warga Kaltim Kebingungan di Pandeglang

0
300

NASIB nahas menimpa Solen (21), warga Desa Buayar, Kecamatan Sepinggan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Pria yang berprofesi sebagai kondektur mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) ini terpisah dengan rekannya yang merupakan sopir mobil tangki BBM di Kecamatan Labuan, beberapa hari lalu.

Kepada wartawan di Jalan Kesehatan, Pandeglang, Selasa (14/11) pagi, pria berperawakan kurus kecil ini mulanya bertanya alamat Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang. Setelah diberi tahu alamt Dinsos Pandeglang, Solen bercerita hingga dirinya terpisah dengan rekannya.

Ia menjelaskan, mulanya ia dan rekannya beristirahat di salah satu warung di Kecamatan Labuan. Karena lelah, ia tertidur di warung dan rekannya justru pergi meninggalkannya sendiri di warung. Ia kaget saat terbangun, rekannya sudah pergi bersama mobil tangki BBM.

“Saat itu kami ngirim BBM ke daerah pinggir pantai, saya tidak tahu alamatnya. Karena menghindari macet, kami beristirahat di warung. Saya ketiduran di warung dan pas bangun sopir saya sudah tidak ada,” cerita Solen.

Ia mengaku, untuk bisa sampai ke kota Pandeglang, ia berjalan kaki dan sesekali mencari tumpangan. Termasuk soal makan, ia meminta belas kasihan dari warga. Bahkan ia sempat mampir ke Polres Pandeglang untuk meminta bantuan, namun tidak ditanggani dan menyarankannya ke Serang.

“Jalan kaki pak dari sana (Labuan, red), selama ini makan saya minta sama orang. Tadi saya laporan ke Polres buat minta bantuan tapi dari Polres menyuruh saya ke Serang cuma saya bingung ke Serang-nya naik apa? Soalnya saya tidak punya uang,” ucap Solen dengan raut muka kebingungan.

Karena tidak memiliki ponsel ia tidak bisa menghubungi rekannya. Dirinya mengaku, bingung harus mencari kemana rekannya dan cukup bingun untuk bisa kembali ke kampung halamannya.

“Saya ini sebatas kendek pak. Saya diajak kerja jadi kendek mobil BBM, tapi sampai di sini (Pandeglang, red) saya ditinggal, saya bingung pak,” ungkapnya.

Tb Turmahdi dan rekan sesama wartawan mencoba membantu warga Kota Balikpapan tersebut. Selain menyarankan untuk meminta bantuan ke Dinsos Pandeglang, ia dan rekannya juga memberikan sedikit ongkos dan air mineral untuk bekal perjalanan. Bahkan, Solen diantarkan menggunakan ojek online untuk menuju Kantor Dinsos Pandeglang.

“Kita tidak bisa berbuat banyak dan menyarankan untuk ke Dinsos. Kasihan juga mendengar ceritanya dan saya membayangkan kejadian itu menimpa saya,” ujar wartawan senior ini.

Redaktur : A Supriadi
Reporter : Dendi

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here