SERANG – Makanan menjadi faktor penting dalam pengentasan kasus stunting. Sebab nutrisi yang masuk menentukan tumbuh kembang pada anak. Perlu ada edukasi terhadap orangtua agar paham kebutuhan gizi pada anak. Sehingga anak dapat terhindar dari stunting.

Sadar akan hal itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, memberikan resep pemberian makanan tambahan (PMT) untuk anak dalam rangka mencegah stunting.

Kepala DP3AKKB Provinsi Banten, Siti Ma’ani Nina mengatakan, WHO atau organisasi kesehatan dunia mendefinisikan stunting sebagai gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun stimulasi yang tak memadai.

“Stunting dan pendek memang sama-sama menghasilkan tubuh yang tidak terlalu tinggi. Namun, stunting dan pendek adalah kondisi yang berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tidak sama,” katanya.

Nina menerangkan, stunting pada anak harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak.

“Anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tetapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak,” terangnya.

Berdasarkan data hasil Riskesdas 2018, jumlah penderita stunting di Indonesia terus mengalami penurunan.

Kendati, langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan agar anak tidak menjadi korban gagal tumbuh kembang.

Menurutnya, ada empat cara untuk melakukan pencegahan stunting. Pertama, emberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan.

Kedua, memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala. Ketiga, mengonsumsi secara rutin Tablet Tambah Darah (TTD)

Ke empat, memberikan MPASI yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia diatas 6 bulan.

“Dengan melakukan berbagai cara mencegah stunting pada anak, diharapkan mampu meminimalisir potensi stunting pada anak-anak di Indonesia,” tuturnya.

Ia menyebutkan, ada yang tidak kalah penting dalam mencegah stunting, yakni memberikan makanan tambahan kepada anak.

“Tujuan PMT ini untuk kesehatan bayi dan balita, memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting,” paparnya.

Berikut ini beberapa rekomendasi menu PMT untuk cegah stunting pada anak:

1. Sup jagung

Jagung menawarkan banyak manfaat seperti vitamin B, serat, zat besi, potasium dan seng yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Bahan yang dibutuhkan hanya 2 buah, jagug manis yang telah diserut, 2 butir ayam yang telah dikocok sebelumnya, 1/4 ayam untuk kaldu diambil dagingnya kemudian dipotong kecil-kecil, 1/4 garam, parutan keju sekucupnya

Cara membuatnya:

– Tumis bawang, kemudian masukkan dalam kuah kaldu dan ketika mendidih masukkan jagung, hingga empuk.

– Masukkan garam, potongan ayam, dan telur yang sudah dikocok, dan aduk menggunakan garpu, diamkan hingga telur menggumpal.

– Biarkan sebentar hingga dingin, kemudian bisa tambahkan keju parut di atasnya.

2. Bubur kacang hijau

Variasi menu PMT posyandu balita cegah stunting yang paling banyak dibuat adalah bubur kacang hijau.

Bahan yang diperlukan yaitu 250 gram kacang hijau, 1 1/2 liter air, santan, 4 smd gula pasir, 50 gram gula merah, 1/2 sdt garam, 1/4 vanili bubuk, dan 1/2 lembar daun pandan.

Langkah membuat:

– Rendam kacang hijau minimal 2 jam, kemudian cuci dan saring, lalu rebus dengan air sampai empuk dan masukkan semua bahan dan biarkan selama beberapa menit.

– Bisa mengecek rasa apakah sudah sesuai atau belum, jika dirasa sudah pas maka angkat dan diamkan hingga hangat.

3. Nasi tim ikan telur sayuran

Orangtua bisa juga membuat nasi tim ikan telur sayuran.

Bahan yang perlu disiapkan adalah, 5 sdm nasi, 2 butir, telur puyuh kocok lepas, 1 sdm ikan kembung, 1 sdm sawi hijau iris, 2 sdm tomat, cincang, 300 ml kaldu ayam, dan 1 sdt minyak kelapa.

Langkah membuat:

– Masak kaldu, nasi, minyak kelapa, dan ikan kembung hingga lunak dan menjadi bubur.

– Masukkan sawi dan tomat, masak hingga matang

– Lanjut, masukkan telur yang sudah dikocok, aduk perlahan hingga rata dan matang.

4. Nugget ayam dengan sayur

Bahan-bahan yang diperlukan: 250 gram ayam daging saja atau fillet, 1 buah wortel yang telah diparut halus, 10 lembar daun sawi yang telah diblender hingga halus, 3 siung bawang putih yang telah dihaluskan, 1/2 sdt ketumbar bubuk, 1 sdm garam, 1/2 sdm gula, 5 butir telur, 60 gram tepung tapioka, 100 gram tepung terigu, 250 gram tepung panir, 1/2 ruas jahe.

Langkah membuat:

– Haluskan daging ayam, campurkan dengan wortel, sawi, garam, dan gula, aduk hingga campur merata.

Kemudian masukkan tepung tapioka, 3 butir telur dan bahan lainnya, kecuali tepung panir dan tepung tapioka.

– Masukkan dalam cetakan dan kukus selama 20 menit, dinginkan kemudian potong sesuai keinginan.

– Bisa lapisi nugget ayam menggunakan telur, tepung terigu dan tepung panir jika akan menggoreng.

Terakhir, Nina mengingatkan bahan makanan yang harus diutambakn bersumber kalori dan protein, tanpa mengesampingkan sumber zat gizi lain. Contoh makanan yang bisa diberikan padi-padian, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, sayuran hijau, atau kelapa dan hasil olahannya. “Orangtua bisa memvariasikan PMT sesuai dengan keinginan sang buah hati,” tutupnya. (ADV)

Facebook Comments