POLDA merilis perkembangan penangkapan 2 (Dua) Kelompok Pemburu liar Badak di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

Dari hasil penelurusan tim gabungan Polda Banten bersama Baharkam Polri dan DLHK berhasil mengamankan 5 pelaku yang bertugas sebagai pemburu, penyembelih dan pembawa perbekalan dalam berburu Badak jawa yang ada di TNUK.

Menurut Kapolda Banten Abdul Karim pihaknya telah berjanji akan menindak tegas sampai tuntas terhadap pelaku kejahatan pemburuan liar Badak jawa yang ada di TNUK, dengan memberikan pasar berlapis diharapkan akan memberikan efek jera kepada para pelaku.

“Karena tergiur dengan keuntungan pribadi, maka mereka tega melakukan pemburu terhadap hewan yang sudah termasuk langka ini,” katanya saat sambutan Press confrence di Aula Polda Banten.

Total ada 26 Badak yang sudah diburu dan diperjual-belikan melalui penadah dan penyalur yang ada di Jakarta berinisial W dan Y, yang memiliki pasar hingga mancanegara seperti Tiongkok China.

“Masih kita telusuri dan lakukan pengembangan untuk mengungkap sindikat pasar gelap yang menampung Cula dan Organ Badak lainnya, namun kita tidak terlalu instensif dikhawatirkan terduga pelaku lainnya kabur terlebih dahulu atau menutup akses informasi.” Ujar Kapolda Banten.

“Saat ini ada 7 tim yang kita turunkan untuk lakukan patroli di wilayah semenanjung bagian selatan dan sekitarnya, yang sebelumnya hanya 4 tim saja, agar memperketat penjagaan perlindungan Badak Jawa di TNUK.” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BTN Ujung Kulon Ardi Andono mengatakan pihaknya telah meminimalisir pergerakan para pemburu Badak Jawa dengan banyak melakukan patroli di darat maupun laut menggunakan Dron dan bekerjasama dengan Polda Banten dan Baharkam Polri.

“Alhamdulillah pak Kapolda juga bahkan sampai menurunkan personil dari satuan Brimob untuk membantu melakukan patroli, peneluran dan penangkapan terhadap para pelaku pemburuan Badak Jawa TNUK yang masih DPO,” paparnya.

Bahkan tempat penziarah Sangiang Sirah dan kuncennya pun tak luput dari pemeriksaan tim gabungan tersebut.

“Beberapa gubug yang berada di Sangiang Sirah yang diduga menjadi tempat pemburu beristirahat pun turut kita tertibkan, serta para Kuncen makam pun turut kita periksa untuk di mintain keterangan,” katanya.

“Jumlah para penziarah pun untuk saat ini kita batasi hanya boleh bulan-bulan tertentu saja, seperti maulid dll,” tambah Ardi.

Sebelumnya Majelis hakim Pengadilan Negeri Pandeglang menyatakan ketua kelompok Sunendi bersalah dalam kasus perburuan badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Sunendi divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 100 juta atau diganti dengan pidana penjara selama 2 bulan pada Rabu 05/06/2024.

Hakim menyatakan Sunendi terbukti melanggar Pasal 40 ayat (2) juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a dan huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam serta Pasal 1 Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian

“Sementara untuk para pelaku yang masih DPO masih terus dilakukan pengejaran,” tegas Kapolda Banten disesi wawancara.

Redaktur: Fauzi

Reporter: Feri

Facebook Comments