Gali Potensi Pariwisata, Kadin Pandeglang Gelar Diskusi

0
194

DALAM meningkatkan PAD dari bidang pariwisata, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Pandeglang gelar diskusi dengan beberapa pihak terkait di Aula Kadin Pandeglang, pada Jum’at (13/1/2023).

Diskusi menghadirkan beberapa narasumber yakni, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Neneng Nuraeni, Ketua PHRI Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto, dan Plt Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta yang diwakili oleh Kepala Bidang Perijinan pada DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, Erik Setiawan, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pandeglang, Wildani Hafit, dan Kepala Balawisata, Mukhlas, serta di hadiri sejumlah tamu undangan.

Ketua Kadin Pandeglang, Endin Fahrudin mengatakan, bahwa pihaknya melihat potensi pariwisata di Kabupaten Pandeglang sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang luar biasa.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada para undangan yang telah hadir dalam acara ini, kebetulan pada saat ini kami di Kadin Pandeglang mengagendakan diskusi mengenai potensi dan peluang pariwisata yang ada di Pandeglang. Kami melihat potensi pariwisata di Pandeglang ini sangat luar biasa, karena penyumbang PAD terbesar kedua Kabupaten Pandeglang berada disektor pariwisata,” katanya dalam sambutan.

“Selain itu, acara ini menjadi salah satu cara untuk bagaimana bisa menjadikan Kadin Pandeglang sebagai wadah organisasi Inklusif, sebagai rumah bersama bagi pelaku usaha,” sambung Endin.

Endin menuturkan, jika kegiatan ini bukan hanya diskusi semata. Melainkan, kata dia, bisa memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak terkait.

“Harapannya pada diskusi ini, kami dari Kadin Pandeglang tidak hanya sebatas diskusi. Akan tetapi, mampu memberikan rekomendasi kepada seluruh stake holder yang ada di Kabupaten Pandeglang,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Neneng Nuraeni mengatakan, bahwa terkait dengan masalah pariwisata tidak bisa bicara satu dua kelompok saja.

“Ini tidak terlepas dari beberapa dinas atau instansi terkait yang memberikan gambaran tata ruang wilayah, yang dimana pariwisata itu bisa dikembangkan. Namun ada beberapa kajian, bahwa beberapa tempat pesisir laut yang tidak bisa dijadikan tempat wisata, salahsatunya di Ujung Kulon,” ucapnya.

Menurutnya, selain potensi pariwisata, sektor kebudayaan, serta pajak hotel dan pajak restoran juga bisa menjadikan tambahan PAD Kabupaten Pandeglang.

“Sekarang pun, kebudayaan bisa dijadikan potensi wisata yang bisa menunjang pariwisata serta menunjang peningkatan perekonomian di Kabupaten Pandeglang. Pendapatan Asli Daerah sekarang bukan hanya dari sektor pariwisata saja, melainkan pajak hotel, pajak hiburan, dan pajak restoran,” terang Neneng.

Di tempat yang sama, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto mengatakan, bahwa sejak dua tahun terakhir, sektor pariwisata mengalami penurunan akibat Covid-19.

“2 tahun belakangan ini, sektor wisata mengalami penurunan. Ini disebabkan oleh pandemi Covid-19. Namun kami tetap optimis, jika pariwisata di Pandeglang akan bisa berkembang kembali sekalipun kondisi perekonomian kita saat ini sedang menurun,” jelasnya.

Dirinya menyebut, jika pada tahun 2023 peluang pariwisata di Kabupaten Pandeglang bisa meningkat dengan dibangunnya jalan tol.

“Kami melihat tahun 2023 ini, peluang yang sangat menggembirakan adalah akses tol. Dan itu bisa kita jadikan bahan, untuk promosi kepada wisatawan dan juga investor. Tapi itu juga kalau kita bersama-sama bekerja dalam mengembangkan potensi tersebut,” tutup Widiasmanto.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Asep

Facebook Comments