Geruduk Polres Pandeglang, Wartawan Minta Oknum Polisi Ditindak Tegas

0
1587

SEJUMLAH wartawan yang bertugas di Kabupaten Pandeglang menggelar aksi unjukrasa di gedung Mapolres Pandeglang. Aksi unjukrasa itu disebabkan lantaran, adanya oknum anggota polres Pandeglang yang sebelumnya menghalang-halangi tugas jurnalistik saat melakukan peliputan terkait penolakan Omnibuslaw di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang. Kamis (15/10/2020) kemarin.

Korlap Aksi, Engkos Kosasih meminta agar oknum polisi yang sudah bertindak secara represif terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya bisa ditindak secara tegas. Karena, apabila tidak diberikan sanksi sesuai dengan undang-undang pers nomor 40 tahun 1999 khawatir insiden itu bisa kembali terulang.

“Oknum polisi yang sebelumnya menghalang-halangi tugas wartawan saat hendak mengambil foto pelajar yang diamankan, harus dihadirkan untuk minta maaf, dan Kasat Reskrim yang sudah mengeluarkan ucapan “ngeyel” terhadap wartawan harusnya juga meminta maaf,” kata Engkos Kosasih, Jumat (16/10/2020).

Selain itu ia juga mengatakan, terkait pembatasan saat wartawan hendak melakukan konfirmasi ke ruangan reserse kriminal (Reskrim) polres Pandeglang harus menyimpan alat liputannya. Ia menilai aturan itu dirasa membatasi tugas-tugas jurnalistik.

“Selama ini saat wartawan mau konfirmasi ke reskrim kenapa alat liputan tidak boleh di bawa masuk dan harus disimpan diluar, itu jelas menghalangi dan membatasi tugas jurnalis,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Sofwan Hermanto meminta maaf atas insiden yang dilakukan oleh anggotanya. Namun, ia tidak bisa menghadirkan anggota yang sudah melakukan tindakan represif terhadap wartawan itu.

“Saya atas nama kapolres Pandeglang meminta maaf yang sedalam-dalamnya atas kesalahan anak buah saya. Kesalahan anak buah saya adalah kesalahan saya sebagai pimpinan,” tandasnya.

Redaktur : D. Sudrajat
Reporter : Andre Sopian

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here