Honorer RSU Banten Mogok Kerja, Pelayanan Lumpuh

0
132
Foto : Raka/ tuntasmedia.com

PULUHAN honorer di Rumah Sakit Umum (RSU) Provinsi Banten melakukan aksi mogok kerja. Dalam aksinya para pegawai yang sebagian perawat dan staf pelayanan ini melakukan protes karena honorarium dan remunerasi yang belum dicairkan dari sejak awal 2017 lalu.

Puluhan pegawai honorer ini berkumpul dan membentangkan spanduk yang berisikan tuntutan kepada pihak manajemen RSU dan pemerintah provinsi di halaman mushala di RSU Banten, Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, Kota Serang, Kamis (31/8/2017).

Ketua Forum Honorer RSU Banten, Ade Firmansyah mengatakan, sebelumnya dia dan kawan-kawan sudah pernah melakukan mediasi dengan direksi dan menghadap Gubernur Banten, Wahidin Halim. Namun hingga kini, hasil audensi tersebut tidak berdampak pada pencairan honorarium.

“Kami mengadukan jasa kami yang dari awal tahun dari APBD, SKTM belum dicairkan. Padahal kita sebelumnya sudah pernah mediasi dengan Gubernur tapi tidak ada hasil sampai sekarang,” kata Ade ditemui di lokasi.

Menurutnya, saat ini ada 564 tenaga honorer yang tercatat bekerja di RSU Banten, dan ada 160 orang merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tanpa bantuan tenaga honorer, pelayanan rumah sakit, lanjut Ade tidak akan efektif.

“Jumlah kita hampir 80 persen di rumah sakit ini, dengan jumlah tersebut bisa dibayangkan jika pelayanan rumah sakit tanpa kita,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai lumpuhnya pelayanan kepada pasien rumah sakit, Ade mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak direksi. Pasien yang masuk kategori Instalasi Gawat Darurat (IGD) sudah mereka tangani. “Kita juga tidak mau mendzolimi pasien. Kita sudah sterilisasi pasien kegawatdaruratan. Dan semuanya sudah ditangani,” pungkasnya.

Pantauan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) keluarga pasien yang minta tidak ingin disebutkan namanya mengaku tidak mendapat pelayanan dengan baik. Dalam kondisi belum pulih benar, pasien diminta untuk meninggalkan rumah sakit oleh salah seorang perawat yang ikut dalam aksi. “Ini soal nyawa manusia. Harusnya jangan begitu. Menuntut hak boleh, tapi jangan mengorbankan orang lain,” ucap kerabat korban.

Redaktur : Dendi S.
Reporter : Raka

Facebook Comments